JAKARTA, Koranmadura.com – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, PDI Perjuangan tidak perlu melakukan profiling atau menokohkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024. Pasalnya Anies Baswedan memang tidak memiliki prestasi membanggakan.
Hasto Kristiyanto mengungkapkan itu di Jakarta Selasa 26 Juli 2022 menanggapi politisi Partai Nasdem Ahmad Ali yang menyebut Hasto Kristiyanto sedang mem-profiling Anies Baswwedan dengan cara menyindir prestasinya. “Tidak perlu profiling. Tanpa di-profiling, sebelunnya atap tribun runtuh, kini pagar JIS Jebol,” kata Hasto Kristiyanto.
Pada bagian lain, Hasto Kristiyanto memuji konsistensi Partai Nasdem dalam membela hak-hak Anies Baswedan. Pasalnya Anies Baswedan sudah ditetapkan sebagai salah satu calon presiden (capres) Partai Nasdem, selain Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo. Bahkan Anies Baswedan adalah capres nomor satu Partai Nasdem.
“Yang jelas Nasdem konsisten membela Pak Anies. Artinya Rakernas Nasdem yang telah mendukung Anies sebagai capres konsisten dijalankan. Sebab politik itu perlu konsisten,” ujar Hasto Kristiyanto lagi.
Sebelumnya Hasto Kristiyanto mengkritik Anies Baswedan yang minim prestasi selama lima tahun memimpin Jakarta dibanding gubernur-gubernur sebelumnya seperti Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama.
Menanggapi itu, Ahmad Ali menilai, kritikan Hasto Kristiyanto mungkin dilakukan karena dia sedang mempertimbangkan Anies Baswedan sebagai capres PDI Perjuangan pada Pilpres 2024.
“Mungkin Mas Hasto sedang profiling Anies menjadi salah satu kandidat yang dilirik PDI-P di 2024, sehingga beliau perlu mengetahui kepemimpinan Anies selama di Jakarta saat ini,” kata Ahmad Ali. (Carol)