SAMPANG, koranmadura.com – Beredar kabar puluhan sapi mati usai divaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kini menjadi buah bibir warga setempat.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Kabupaten Sampang, Suyono menyatakan kabar sapi mati hingga 10 ekor usai dilakukan vaksinasi menurutnya tidak benar adanya. Pihaknya menyatakan sapi mati usai beberapa hari dilakukan vaksinasi PMK hanya dua ekor sapi.
“Saya juga ingin klarifikasi, sapi yang mati itu ada dua, tapi yang satu itu masih pedet atau baru lahir. Karena saat itu, pemeliharaannya sempat jalan-jalan ke tempat yang ber-PMK, pas pulang ngerawat bayi sapinya jadi pas mati karena ketularan PMK,” katanya kepada koranmadura.com, Kamis, 14 Juli 2022.
Kemudian lanjut Suyono menyampaikan, untuk satu sapi lainnya yang mati meski sudah diberikan vaksin PMK, pihaknya belum bisa memastikan kematian sapi tersebut akibat PMK. Hal itu disebabkan pada tubuh sapi itu belum ditemukan tanda-tanda adanya gejala PMK.
“Memang ada, yaitu sapi yang tidak menunjukan Gejala PMK dan divaksin, kemudian setelah beberapa hari sapi itu mati. Tapi kematiannya itu mendadak dan tidak ditemukan gejala PMK di tubuhnya, Jadi, kami belum bisa pastikan kematiannya akibat PMK atau bukan,” jelasnya.
Selama ini, Suyono menyatakan vaksinasi dilakukan di daerah yang berada di zona hijau yakni di perkampungan yang masih belum ada sama sekali pelaporan soal adanya tanda-tanda PMK.
“Kalau dari zonasi PMK, 14 Kecamatan di Sampang ini semuanya masuk zona merah. Namun tidak semuanya merah karena di perkampungan masih banyak yang masih zona hijau. Kami pun melakukan vaksinasi menghindari daerah-daerah zona merah,” terangnya.
Ditanya soal dosis vaksin dan vaksinator, Suyono menyatakan pihaknya mendapatkan bantuan vaksin total sebanyak 2.500 dosis vaksin. Sedangkan untuk tenaga vaksinator PMK yaitu sebanyak 50 orang.
“Awalnya kami dapat 2.000 dosis vaksin, tapi kemudian kami mendapat tambahan 500 dosis. Jadi tahap I, semuanya ada 2.500 dosis vaksin PMK dan semuanya sudah habis. Kalau untuk vaksinator, kami ada 50 orang,” jelasnya.
Hingga saat ini Suyono menyebutkan, perkembangan sebaran PMK di wilayahnya yaitu sebanyak 4.976 ekor suspek PMK.
“Jumlah sakit karena PMK yaitu 2.623 ekor sapi, mati 44 ekor, dipotong paksa 10 ekor, dan sapi sembuh sudah mencapai 46 persen atau 2.299 ekor sapi,” paparnya. (MUHLIS/DIK)