JAKARTA, Koranmadura.com – Presiden Jokowi mengaku belum memproses pengganti Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Pasalnya, saat ini suasananya masih berduka setelah Tjahjo Kumo Meninggal pada Jumat, 1 Juli 2022 pukul 11.10 di RS Abdi Waluyo Jakarta.
Berbicara kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerja ke Subang Jawa Barat, Selasa 12 Juli 2022, Presiden Jokowi mengaku proses penggantian Tjahjo Kumolo masih menunggu.
“Belum, masih dalam proses semuanya, kita juga menunggu, masih dalam suasana duka,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan.
Saat ini jabatan MenPAN-RB dipegang secara ad interim oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hingga 15 Juli mendatang. Sementara sejak Tjahjo Kumolo dirawat di rumah sakit hingga menghembuskan napas terakhir, jabatan MenPAN-RB ad interim dipegang Menko Polhukam, Mahfud MD.
Sebelumnya, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta Presiden Jokowi segera mengisi posisi yang ditinggal Tjahjo Kumolo paling lambat satu bulan setelah politisi PDI Perjuangan itu meninggal dunia.
Sementara Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat memastikan partai banteng moncong putih itu memiliki banyak kader untuk menggantikan Tjahjo Kumolo bila Presiden Jokowi kembali mempercayakan kursi yang ditinggal Tjahjo Kumolo kepada PDI Perjuangan.
Dia menyebut, paling tidak ada tiga nama yang sangat mumpuni menjadi MenPAN-RB yaitu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Meski begitu, Djarot Siaful Hidayat yang juga mantan Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta itu menyerahkan keputusan kepada Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif mengangkat dan memberhentikan menteri. (Carol)