SUMENEP, koranmadura.com – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, khususnya di wilayah kepulauan, belum sepenuhnya maksimal.
Salah satu indikasinya, hingga saat ini, di sembilan kecamatan kecamatan yang ada di wilayah kepulauan tidak ada sama sekali Unit Transfusi Darah atau UTD.
Padahal, bisa saja sewaktu-waktu warga kepulauan butuh donor darah secepatnya. Misalnya akibat pendarahan saat sedang hamil atau setelah proses melahirkan.
Seperti terjadi pada Suwatini, warga Desa Tarebung, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Selasa, 5 Juli 2022. Ia meninggal dunia di atas kapal saat hendak dirujuk ke rumah sakit di daratan.
Kematiannya diduga karena perempuan kelahiran 1 Juli 1982 itu mengalami plasenta previa yang menyebabkan terjadinya pendarahan saat usia kehamilannya yang ketiga berusia sekitar 26 minggu.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep Ellya Fardasah tak menampik bahwa, di wilayahkepulauan belum ada UTD.
Oleh karema itu, pihaknya sudah punya rencana untuk membentuk UTD di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, melalui Rumah Sakit Abuya.
“InsyaAllah kita sudah berkoordinasi dan berbincang bersama dengan PMI. Rencananya kita akan mengadakan unit transfusi darah di Kecamatan Arjasa melalui Rumah Sakit Abuya,” katanya.
“Jadi memang, untuk membentuk suatu unit transfusi darah memang butuh proses dan pelaporan kita ke pusat. Pembicaraan sudah kita mulai dari kemarin, awal tahun. Tinggal kita tunggu saja, semoga ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” tambahnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)