JAKARTA, Koranmadura.com – Bangsa Indonesia, teristimewa keluarga besar PDI Perjuangan, kehilangan seorang tokoh besar bernama Tjahjo Kumolo. Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, pada Jumat 1 Juli 2022 sekitar pukul 11.10 WIB.
Selanjutnya jenazah Tjahjo Kumolo disemayamkan di rumah dinas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Jalan Widya Chandra IV No 22, Jakarta Selatan.
Tjahjo Kumo meninggal dunia setelah dirawat secara intesif di rumah sakit selama hampir dua pekan. Ia meninggalkan seorang istri, Erni Guntarti, dengan tiga orang anak. Masing-masing drg. Rahajeng Widyaswari, Karunia Putripari Cendana, dan Arjuna Cakra Candasa.
Kabar pertama tentang sakitnya Tjahjo Kumolo disampaikan oleh Sekretaris KemenPAN RB Rini Widiyantini pada Jumat 24 Juni 2022 lalu. Hanya saja, Rini Widiyantini tidak menjelaskan secara detail tentang penyakit yang diderita Tjahjo Kumolo.
“Betul Bapak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo sedang sakit dan dirawat di rumah sakit,” katanya saat itu.
Sehari kemudian, pada 25 Juni 2022, Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani membenarkan bahwa Tjahjo Kumolo dirawat dan dipantau secara serius oleh tim dokter. Bahkan, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani sendiri juga terus memantau perkembangan kesehatan Tjahjo Kumolo.
“Sampai saat ini Pak Tjahjo Kumolo masih dipantau tim kedokteran dan memang sekarang beliau dirawat di RS dan kami memantau dengan ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) setiap hari bagaimana perkembangan kondisinya,” kata Puan Maharani saat itu.
Puan Maharani lalu meminta seluruh rakyat Indonesia untuk memanjatkan doa khusus bagi kesembuhan Tjahjo Kumolo agar bisa kembali menjalankan tugas-tugasnya di Kementerian PAN RB. “Kita bersama-sama doakan semoga Pak Tjahjo kembali sehat dan menjalankan tugasnya,” ajak Puan Maharani.
Meski didoakan rakyat Indonesia, Tuhan ternyata memiliki kehendak lain untuk Tjahjo Kumolo. Ia memanggilnya dari dunia fana ini pada Jumat 1 Juli 2022 dalam usia 64 tahun.
Tjahjo Kumolo lahir di Surakarta pada 1 Desember 1957 dan seolah terlahir sebagai seorang aktivis dan politisi. Seluruh jenjang pendidikan sejak pendidikan dasar hingga perguruan tinggi diselesaikannya di Semarang, Jawa Tengah. Ia tamat dari SMP Negeri 4 Semarang pada 1973 dan SMA Negeri 1 Semarang pada 1976. Ia kemudian meneruskan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang hingga meraih gelar Sarjana Hukum (SH). Meski di belakang namanya jarang dipajang gelar SH ini.
Tjahjo Kumolo adalah seorang adalah aktivis mahasiswa dan politisi tulen. Ketika mahasiswa ia bergabung bersama Gerakan Mahasiswa nasional Indonesia (GMNI) sebelum kemudian menjadi Ketua Umum KNPI. Sebagai aktivis yang mau naik kelas di jalur politik, Tjahjo Kumolo memulai karier politik dengan pertama-tama menjadi anggota Golongan Karya pada 1987.
Sebagai anggota Golkar yang baru bergabung, Tjahjo Kumolo langsung terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Tengah pada 1987 hingga 1992 dan terpilih kembali untuk periode lima tahun berikutnya 1992-1999. Perubahan politik pada 1998 menyusul gerakan reformasi yang dipelopori mahasiswa juga turut mengubah arah politk Tjahjo Kumolo. Ia lalu melompat dari Golkar ke PDI Perjuangan pada 1999.
Sebagai anggota baru di kandang banteng, Tjahjo Kumolo juga langsung terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Tengah dari daerah pemilihan Kabupaten Grobogan periode 1999-2004. Lalu sejak 2004 hingga 2014, Tjahjo Kumolo lantas berkarier di DPR Pusat sebagai anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan.
Tjahjo Kumolo menjadi salah satu kader yang sangat dipercaya oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Mula-mula Megawati Soekarnoputri mempercayainya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebelum diberi kepercayaan menjadi Sekjen PDI Perjuangan pada 2010-2015.
Kerier politiknya terus melesat ketika pada 2014, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Posisi ini dijabatnya hingga masa jabatan berakhir pada Oktober 2019.
Lalu pada periode kedua Pemerintahan Presiden Jokowi, Tjahjo Kumolo dipercayakan sebagai Menteri PAN RB hingga ia dilarikan ke rumah sakit. Sejak sakit, jabatannya diemban oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD sebagai MenPAN RB ad interim. Akhirnya, takdir berkata lain, Tjahjo Kumolo meninggal dunia. Selamat melanjutkan karier politik yang mulus di alam sana Mas Tjahjo. (Carol).