BANGKALAN, koranmadura.com – Puluhan pedagang pasar Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mendatangi kantor Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Kamis, 28 Juli 2022.
Kedatangan mereka ke Disdag Bangkalan meminta pertanggungjawaban terkait rencana relokasi pedagang pasar sisi selatan ke gedung baru, yang dinilai tidak memperhatikan jumlah toko baru dengan jumlah pedagang.
Salah satu pedagang pasar Tanah Merah, Elhaq Lukman menyampaikan jika semua pedagang dari sisi utara dan selatan direlokasi ke gedung pasar baru dinilai tidak cukup. Namun, menurutnya jika hanya utara saja, seperti pasar hewan dimungkinkan cukup.
“Saya selaku pedagang tahu betul kondisi di pasar, kalau tempat lalu-lalang di bangunan pasar hanya jarak 1 meter, pasti terlalu sempit,” kata dia.
Selain itu, Lukman menilai pembangunan pasar yang menelan puluhan miliar sejak tahun 2019 itu tidak dikaji secara matang. Buktinya, irigasi yang tidak diperhatikan sehingga ketika hujan air meluap. Tak hanya itu, banyaknya revisi penambahan toko.
“Revisi penambahan toko pada periode pembangunan kedua mengakibatkan penyempitan jalan pertokoan, dan kami anggap tidak layak dikatakan toko modern,” ucap dia.
Selain meluapkan keluh kesahnya ke Disdag, puluhan pedagang pasar Tanah Merah tersebut beranjak ke kantor DPRD Bangkalan. Di depan gedung, mereka ditemui oleh anggota Komisi B DPRD Bangkalan, Fadhur Rosi dan Komisi D, H. Subaidi.
Ketika Lukman menanyakan kepada para pedagang, apakah bersedia direlokasi ke gedung pasar baru, dengan sontak menjawab “tidak mau”. Menurut dia, jawaban ini berangkat dari ketidakbecusan Disdag mengakomodir pedagang dengan baik.
“Ini adalah jawaban dari para pedagang sendiri. Jadi, sebagai wakil rakyat agar menindaklanjuti keluhan pedagang,” ujar dia.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Bangkalan, Fahri menyampaikan segala keluhan dari para pedagang akan disampaikan kepada pimpinan. Namun yang jelas, kata dia, pembangunan secara total pasar tersebut belum selesai.
“Karena belum selesai semua, jadi tidak mungkin bisa diakomodir semua pedagang,” katanya.
Sedangkan Anggota Komisi B DPRD Bangkalan, Fadhur Rosi menuturkan atas keluhan dari para pedagang, pihaknya akan mempertemukan pihak terkait sehingga bisa menyelesaikan permasalahan relokasi pedagang pasar dengan cepat.
“Tapi sebelum mempertemukan saya minta data pedagang pasar keseluruhan, sehingga saya jadi data pembanding,” pintanya. (MAHMUD/DIK)