BANGKALAN, koranmadura.com – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Kabupaten Bangkalan, beri pelatihan penyusunan dokumen masa transisi Rencana Pembangunan Daerah (RPD) sebagai pengganti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pelatihan secara Daring tersebut dimulai 25 Juli – 05 Agustus 2022. Peserta pelatihan perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota yang periode berlakunya RPJMD akan habis dan masa transisi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Ketua Lembaga Pelaksana Unit Penelitian, Pengabdian, Penerbitan, dan Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTM, Tripitono Adi Prabowo menjelaskan tujuan pelatihan penyusunan dokumen RPD untuk periode tiga tahun, karena adanya Pilkada serentak tahun 2024.
“RPD ini sebagai pengganti dokumen RPJMD. Karena ada Pilkada serentak,” kata dia, Kamis, 28 Juli 2022.
RPD dibuat satu kali di masa transisi, selanjutnya kembali menjadi RPJMD. Dengan adanya Pilkada serentak ini, salah satu tujuan penyusunan RPD ke depan untuk menyelaraskan dokumen RPJMD kabupaten/kota dan Provinsi hingga Nasional.
“Karena masa periode berlakunya RPJMD setiap kabupaten/kota berbeda-beda. Jadi, muncul gagasan dengan penyusunan RPD,” ujarnya.
Pada pelatihan penyusunan RPD yang dilaksanakan selam 10 hari, ada beberapa materi yang disampaikan kepada peserta pelatihan. Di antaranya gambaran umum daerah, permasalahan, isu strategis, strategi, arah kebijakan, dan program prioritas.
“Mudah-mudahan setelah ikut pelatihan ini, khusunya daerah-daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada 2024 ini bisa menyusun dokumen RPD dengan baik,” harapnya.
Sekadar diketahui, pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UTM Bangkalan, Muh. Syarif. Diikuti secara vertual pula, Ketua Pokja Pelatihan Perencanaan Bappenas, Wignyo Adiyoso, dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Sutikno. (MAHMUD/DIK)