JAKARTA, Koranmadura.com – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tidak yakin ada partai politik yang bakal meminangnya menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) pada pemilu presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2024.
Pasalnya, karakter Susi Pudjiastui terlalu gila untuk partai-partai politik Indonesia. Dan, partai-partai politik Indonesia belum siap dan belum mau menerima orang yang membawa misi perubahan secara besar-besasran seperti dirinya di republik ini.
Karena itu Susi Pudjiastuti menilai, peluang dirinya menjadi capres sangat kecil. Bahkan bisa dibilang mustahil.
“Saya pikir, mungkin karakter saya juga terlalu gimana gitu kan, terlalu liar atau gila,” kata Susi Pudjiastuti di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu 3 Juli 2022.
Tertutupnya peluang orang seperti Susi Pudjiastu menjadi capres pada Pilpres juga tidak terlepas dari aturan perundang-undangan bahwa yang berhak mengajukan capres-cawapres hanyalah partai politik atau gabungan partai politik.
Bahkan tidak semua partai politik juga bisa mengajukan pasangan capres-cawapres. Hanya partai yang meraih 20 persen kursi di DPR atau mendapat 25 persen suara secara nasional pada pemilu sebelumnya yang bisa mengajukan pasangan capres-cawapres.
“There is no room untuk orang seperti saya. Kalau orang politik bilang free riders, apa pun itu. Untuk masuk ke dalam sistem ini untuk menjadi salah satu calon, kan tidak mungkin. Harus yang dicalonkan oleh partai,” ujar pemilik maskapai penerbangan Susi Air itu.
Dia meneruskan, “Kecil kemungkinan mereka ingin sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak dikenal. Pasti akan dijaga keberlanjutan itu. Jadi tidak mungkin saya.”
Kalaupun ada kelompok yang mendorongnya menjadi capres itu hanya datang dari segelintir masyarakat di dunia maya yang belum tentu didengar oleh partai politik pemegang tiket capres-cawapres.
Secara berseloroh Susi Pudjiastuti mengungkapkan bahwa dirinya hanya memiliki partai ikan di Pangaandaraan, Jawa Barat, kampung halamannya. Sayang partai itu tidak bisa mencalonkannya sebagai capres atau cawapres pada Pilpres 2024 nanti. (Carol)