PAMEKASAN, koranmadura.com – Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) dosis pertama pada hewan ternak di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur hingga kini belum tuntas.
Plh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Indah Kurnia mengatakan hingga saat ini, pihaknya masih melakukan vaksinasi tahap pertama karena ada tambahan vaksin.
“(Vaksin Tahap II) kita nunggu ya, kita nunggu dari pusat, (kita masih melakukan vaksinasi tahap I) yang 2.100 dosis masih belum selesai. Masih proses yang tersebar di 13 kecamatan,” jelas Indah Kurnia, Kamis, 14 Juli 2022.
Pihaknya mengaku menerima sekitar 6.600 dosis vaksin pertama dari Pemerintah Pusat yang turun secara bertahap.
“Pertama 3 ribu dosis. Ditambah lagi 1.500 dosis. Kemudian 2.100 dosis. Namun, untuk dosis vaksin tahap kedua masih belum turun,” tuturnya.
Ditanya soal syarat dan ketentuannya, dirinya menegaskan bahwa vaksinasi hanya bisa dilakukan untuk sapi yang sehat alias tidak sedang sakit.
“Harus dipilih sapi yang sehat yang divaksin, karena sapi boleh divaksin itu ada syaratnya. Sapinya harus sehat, tidak menunjukkan gejala, dan peternaknya menerima untuk divaksin. Terkadang ada yang menolak, tapi nanti kita tetap edukasi terus, agar bisa menerima vaksin,” ucapnya.
Dia berharap dengan adanya vaksinasi tersebut, hewan ternak tersebut dapat berdampak kekebalan dan bisa memutus mata rantai penyakit menular tersebut. Tentunya, dengan adanya bio security, bagaimana peternak juga berperan agar wabah tersebut tidak menyebar.
“Kalau sudah divaksin kemungkinan akan mengalami kekebalan terhadap virus,” ujanya. (SUDU/DIK)