SUMENEP, koranmadura.com – Saat ini, gedung-gedung pemerintahan di Kabupaten Sumenep mulai ‘dihias’. Bermacam atribut dengan warna dominan merah dan putih dipasang.
Umbul-umbul berwarnah merah putih juga sudah sangat banyak terlihat di jalanan, khususnya di wilayah Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Semua itu tak lepas karena bulan ini adalah bulan kemerdekaan. Pada 17 Agustus mendatang, negeri ini akan merayakan hari kemerdekaannya yang ke-77.
Meski sudah 77 tahun Indonesia merdeka, namun belum semua rakyat di negeri ini bisa merasakan jalan yang nyaman. Terutama mereka di pelosok-pelosok desa. Seperti warga di Kampung Jembu, Desa Kolo, Pulau Kangean.
Dengan ‘semangat 45’, saat ini mereka masih bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang biasa menjadi akses warga saat beraktifitas.
Tak hanya laki-laki, yang perempuan juga ikut bergotong royong. Mereka kompak demi demi ‘merdeka’ dari jalan rusak .
Mereka yang laki-laki datang membawa peralatan kerja seperti cangkul, pacul dan alat penggali tanah. Sedangkan kaum ibu-ibu membawa makanan dan minuman.
Ada pula di antara mereka yang datang ke lokasi membawa karung kosong untuk mengangkut tanah menimbun jalan berlubang.
“Alhamdulillah warga di sini sangat kompak karena ingin punya jalan bagus dan nyaman dilewati kendaraan,” tutur salah satu sesepuh kampung Jembu Kamaludin.
Perjuangan memperbaiki jalan rusak di kampung tersebut sudah berjalan sejak sekitar dua bulan lalu. Warga secara suka rela memperbaiki jalan poros desa yang tak kunjung dilakukan pengaspalan.
“Sudah sejak dua bulan lalu warga setiap minggu tiga kali melakukan kerja bakti perbaikan jalan yang sudah rusak ini,” kata koordinator warga Masdina, Kamis, 4 Agustus 2022, kemarin. FATHOL ALIF/Ros/VEM