SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberi tempat tinggal sementara bagi Asyifa, balita penderita Atresia ani atau tidak memiliki lubang anus.
Sebelumnya, selama hampir satu bulan, Asyifa bersama ibunya, Susi Susanti, tinggal di salah satu indekos di wilayah Kecamatan Kota, Sumenep, dengan biaya Rp400 per bulan. Sementara ayahnya bekerja ke Malaysia.
Buah hati pasangan suami-istri Irwan dan Susi Susanti, warga Desa/Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, itu rencananya akan dioperasi pada September mendatang di Surabaya.
Asyifa dan ibunya, termasuk yang mendampingi, saat ini sudah pindah dari indekos ke rumah tunggu kelahiran (RTK) yang disediakan oleh Dinkes-P2KB Sumenep.
Pantauan media ini, mereka dijemput langsung oleh Kepala Dinkes-P2KB Agus Mulyono pada Kamis, 25 Agustus 2022, pagi.
Agus mengatakan, penyediaan tempat tinggal sementara itu merupakan bagian dari pelayanan Dinkes P2KB Sumenep kepada Asyifa selama menjalani rawat jalan, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut berdasarkan rekomendasi rumah sakit.
“Mudah-mudahan yang bersangkutan merasa nyaman dengan akomodasi yang kami sediakan di tempat ini,” kata Agus.
Sekadar diketahui, RTK memang disediakan oleh Dinkes P2KB bagi masyarakat Sumenep, terutama bagi pasien kepulauan yang menunggu perawatan.
Fasilitas yang disedikan Dinkes P2KB di tempat tersebut meliputi logistik yang menjadi kebutuhan dasar pasien dan pendampingnya seperti makan minum.
Selain itu, selama berada di RTK, kondisi kesehatan Asyifa akan selalu dipantau oleh petugas medis, baik dari rumah sakit maupun Puskesmas terdekat. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)