JAKARTA, Koranmadura.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta doa para kiai agar misi politik ahlussunnah waljamaah yang diusungnya bersama PKB berjalan mulus dan sukses.
Hal itu ditegaskan Muhaimin Iskandar saat menghadiri acara haul akbar para sesepuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur, Minggu 7 Agustus 2022.
Muhaimin Iskandar menegaskan, kehadirannya pada acara itu bukan untuk kampenye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024. Dia hanya datang minta didoakan oleh para kiai.
“Saya bukan kampanye, tetapi saya meminta doa. Pertama agar perjuangan politik ahlussunnah waljamaah ini mulus lancar sukses,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangannya.
Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar melanjutkan, “Tak perlu saya jelaskan politik ahlussunnah waljamaah itu seperti apa karena sudah terbukti nyata dan konkret. Politik yang bisa menyelamatkan yang menjaga pilar keumatan Indonesia.”
Dukungan dan doa para kiai dan para santri sangat penting. Sebab Presiden Jokowi juga merasakan peran penting para kaiai selama menjadi presiden dalam 10 tahun terakhir.
Seperti diakui Presiden Jokowi sendiri, kata Muhaimin Iskandar, tanpa dukungan para santri, pesantren NU, dan PKB sebagai pilar kesatuan dan persatuan maka langkah Presiden Jokowi memimpin bangsa ini akan sangat berat.
Oleh karena itu, Cak Imin meminta doa restu kepada kiai yang ia sebut para penentu Pilpres. “Dalam kesempatan ini, saya minta doa, minta diistighosahkan, nyuwun (minta) ditirakati,” papar Muhaimin Iskandar lagi.
Dia melanjutkan, “Semoga politik ahlussunnah waljamaah tidak hanya jadi pendorong, tidak hanya jadi penopang, tapi penentu khususnya di Pilpres 2024. Politik ahlussunnah waljamaah di bawah komando saya, insyallah bisa menjadi penentu.”
Tentang politik ahlussunnah waljamaah ini, Muhaimin Iskandar menceritakan, manfaat dan perannya sudah nyata sejak era pra kemerdekaan. Bahkan, lahirnya ide demokratisasi dan reformasi muncul dari politik ahlussunnah waljamaah yang dipelopori oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Meskipun gagasan Gus Dur saat itu sempat ditentang para ulama NU.
”Pertama kali yang menyuarakan demokratisasi dan reformasi adalah Gus Dur yang didukung seluruh bangsa. Insyallah kekuatan politik ahlussunnah waljamaah nggak bisa dibendung. Begitu kata Gus Dur,” pungkasnya. (Carol)