JAKARTA, Koranmadura.com – Meski banyak pendukung Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 membenci keputusannya bergabung dengan Pemerintahan presiden Jokowi, Prabowo Subianto sendiri tidak menyesal. Sebab keputusan yang diambilnya itu sudah tepat.
“We are on the right track, kita menuju apa yang harus kita sampai. Dan Saudara-saudara, benar kita negara kaya, tapi bagaimana kita manage, bagaimana kita kelola kekayaan itu,” kata Prabowo Subianto dalam sambutannya di acara Silaturahmi Nasional PPAD 2022 yang ditayangkan live di YouTube PPAD TNI TV, Jumat 5 Agustus 2022.
Prabowo Subianto menambahkan, “Alhamdulillah kita lihat inilah bukti bahwa keputusan saya untuk bergabung sama Presiden Joko Widodo ternyata keputusan saya tidak salah.”
Menurut Prabowo Subianto, meski Pemerintahan Presiden Jokowi masih memiliki kekurangan, tetapi sudah banyak keberhasilan yang diraih. Dan, ini adalah keberhasilan bersama.
“Dulu banyak yang mengejek saya, tapi tidak, ini buktinya. Ini buktinya, pemerintah ini banyak kekurangan kita akui, tapi ini hasil yang kita capai bersama. Dan saya yakin Pak Luhut, saya yakin bahkan Presiden Jokowi, kita tidak boleh puas dengan keberhasilan ini. Tapi kita jangan kita selalu menohok kawan sendiri. Kita kadang-kadang lihat apa itu, tim sepakbola dia sudah berjuang di depan setengah mati, dia bikin kesalahan sedikit, semuanya menghujat.”
Menurut Prabowo Subianto, strategi pembangunan yang dijalankan Presiden Jokowi akan mempercepat pembangunan Indonesia.
“Jadi, saudara-saudara, intinya kita yakin strategi pembangunan yang dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita benar, strategi pembangunan yang dilakukan sekarang oleh pemerintah Joko Widodo bahkan akan mempercepat pembangunan bangsa kita,” ucap Prabowo Subianto.
Pada bagian lain pidatonya, Prabowo Subianto mengomentari kabinet Presiden Jokowi ketika pertama kali menerima pinangan Presiden Jokowi menjadi anggota kabinet pada 2019 silam sebagai Menteri Pertahanan.
“Jadi waktu saya masuk kabinet, Pak Luhut saksi saya, dan beberapa menteri, waktu saya masuk kabinet, saya lihat, saya lihat ruangan itu hari-hari pertama saya masuk kabinet saya cerita, ‘Bang, seandainya saya kemarin jadi presiden, mukanya hampir sama kabinet saya ini’,” kata Prabowo Subianto.
Prabowo menambahkan, “Jadi memang kalau sudah kepentingan nasional, kita harus cari putra putri terbaik seluruh bangsa Indonesia. Jangan kita lihat latar belakang, jangan kita lihat suku agama, RAS, apa. Jangan kita lihat anaknya siapa, jangan kita lihat dulu pernah apa. Dulu, dulu, kita dulu banyak perbedaan, dulu kita banyak perbedaan, tapi satu untuk merah putih kita harus jadi satu.” (Carol)