JAKARTA, Koranmadura.com – Sinergi pemerintah dengan dunia pendidikan serta pelaku usaha adalah kunci penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Apalagi ekonomi dunia saat ini tengah menghadapi tantangan berat di tengah pemulihan pasca pandemi Covid-19, salah satunya di sektor logistik dan rantai pasok pangan.
Hal ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan bertema “Strategi Membangun Rantai Pasok Komoditas Pangan yang Efektif dan Efisien” secara virtual di acara Pembukaan Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MABA) Universitas Brawijaya Tahun Akademik 2022-2023, khususnya bagi para Mahasiswa Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Jakarta yaitu Program Doktor Ilmu Hukum, Ilmu Manajemen, dan Ilmu Administrasi, Sabtu (27/8/2022).
“Sinergi pemerintah dengan dunia pendidikan serta pelaku usaha adalah kunci penting untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi kebijakan yang dapat membawa manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara Indonesia,” jelas Mendag dalam siaran persnya.
Menurut Zulkifli Hasan, bidang ilmu hukum, ilmu manajemen, dan ilmu administrasi merupakan sebuah kombinasi keilmuan yang tepat untuk dapat memberikan kontribusi terkait strategi rantai pasok komoditas pangan yang efektif dan efisien di Indonesia.
Mendag menjelaskan, tantangan berat yang tengah dihadapi saat ini yaitu terkait rantai pasok komoditas pangan, khususnya melonjaknya biaya logistik pascapandemi Covid-19. Dalam skala global, gangguan rantai pasok hingga saat ini masih dirasakan dampaknya terhadap kenaikan biaya logistik yang berujung pada lonjakan inflasi pangan global.
Zulkifli Hasan menyampaikan, dalam upaya mendukung perbaikan sistem logistik, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Melalui Sistem Logistik Nasional, pemerintah melakukan empat program utama, yaitu pertama, simplifikasi proses bisnis layanan pemerintah di bidang logistik; kedua, kolaborasi antar sistem layanan logistik internasional maupun domestik; ketiga, kemudahan transaksi dan fasilitasi pembayaran penerimaan negara dan antar pelaku logistik; keempat, penataan tata ruang kepelabuhan dan jalur distribusi barang.
“Melalui penataan sistem logistik nasional tersebut pemerintah mentargetkan biaya logistik nasional akan semakin efisien. Indikator pencapaian tersebut adalah penurunan porsi biaya logistik terhadap PDB yang ditargetkan turun menjadi 20% pada tahun 2024,” ungkap Mendag.
Selain itu, lanjut dia, program tol laut yang diinisiasi Presiden Joko Widodo sejak tahun 2015 juga merupakan strategi pemerintah dalam memperbaiki rantai pasok komoditas pangan. Dalam hal ini, Kementerian Perdagangan turut menyelenggarakan program gerai maritim sebagai salah satu bentuk partisipasi pemanfaatan tol laut yang diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus barang, peningkatan perdagangan antar pulau, dan menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok.
“Hingga saat ini program tol laut terus mengalami peningkatan dan perkembangan, baik dari segi trayek, jumlah muatan, maupun kapasitas. Hingga Agustus 2022, program tol laut telah melayani 33 trayek dengan 32 kapal yang menyinggahi 130 pelabuhan,” ungkap Mendag.
Menurut dia, keberhasilan program tol laut dalam mendukung rantai pasok pangan antara lain dapat dilihat dari penurunan harga barang kebutuhan pokok di sembilan wilayah yang yang dilalui trayek tol laut.
“Pada Januari–Mei 2022, harga barang kebutuhan pokok di sembilan wilayah tersebut telah mengalami penurunan 20 sampai dengan 40%, bahkan ada beberapa daerah yang penurunannya hingga 50%,” jelas Mendag.
Upaya menciptakan sistem rantai pasok komoditas pangan yang efektif dan efisien juga dilakukan melalui digitalisasi.
“Penggunaan teknologi blockchain dapat mendukung optimalisasi sistem pergudangan. Selain itu, pengembangan smart logistic dapat mengoptimalkan distribusi serta mempersingkat dwelling time di pelabuhan. Di tengah berbagai tantangan dan situasi global yang dinamis, sistem rantai pasok komoditas pangan juga harus memiliki sifat responsif dan adaptif,” imbuh Mendag.
Zulkifli Hasan juga mengajak para mahasiswa program doktor untuk menyampaikan pemikiran, ide, dan inovasinya guna membantu pemerintah dalam merumuskan strategi dan kebijakan rantai pasok pangan. (Kunjana)