SUMENEP, koranmadura.com – Orang Tua tidak boleh menjauhi anak. Sebab, orang tua yang menjaga jarak dengan anak, dapat memicu terjadinya intensifikasi komunikasi anak dengan pihak lainnya. Sementara, pihak lain belum tentu mengarahkan anak untuk berbuat baik.
Pendapat tersebut disampaikan Kabid Humas Himpsi (Himpunan Psikologi) Sumenep, Abrari Alzael dalam seminar psikologi di LPI Al Badawi Batang Batang, Senin, 8 Agustus 2022.
Pria bertitel Magister Psikologi ini menandaskan, ada orang tua tertentu yang memilih jaim (jaga image) di hadapan anak-anaknya. Misalnya, kalau orang tua tidak amat penting, tidak berbicara dengan anaknya. Akibatnya, anak susah menafsir sebagaimana juga orang tua sulit menerjemahkan aksi diam tersebut.
“Mestinya, anak-orang tua itu care, komunikastif satu sama lain,” ujarnya dalam seminar yang dipandu AS Ramadhani ini.
Mantan aktivis era 1990-an itu menambahkan, anak-orang tua itu bukan penganut aliran kebatinan yang bahasa kesehariannya bukan diam. Memang, adakalanya diam itu emas. Namun masalahnya, diam yang bagaimana, diam kepada siapa, diam di mana, diam untuk apa, dan diam sebagai apa.
Dosen Psikologi ini mengatakan, orang tua merupakan guru pertama bagi anak. Jika orang tuanya sendiri gagal memahami anaknya sebagaimana anaknya juga tidak bisa mengerti orang tuanya, maka kedua belah pihak tersebut akan menafsir dengan caranya sendiri.
“Karena itu (sama-sama diam), tafsirnya jalan lain (dari seharusnya tafsir jalalain),” ujarnya dalam rangkaian KKN Integratif INSTIKA yang diketuai Amil Fadloil ini.
Data di Himpsi Sumenep menyebutkan, sebagian besar orang tua dan anak mengalami komunikasi yang intensitas berkurang. Penyebabnya, antara lain kesibukan orangtua, pembiasaan yang tidak dimulai sejak anak di usia dini, dan sebagian diantaranya kesalahan menafsir wibawa orang tua. Sebagian orangtua masih menganggap dekat dengan anak dinilai menghilangkan wibawa. Padahal, orang tua wajib dekat bukan saja sebagai figur dan ayah biologis, tetapi juga sebagai teman untuk share maupun diskusi. (DIK)