JAKARTA, Koranmadura.com – Upaya memperkuat industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia memerlukan dukungan pelaku usaha. Pelaku usaha dalam hal ini harus memperkuat sinergi untuk meningkatkan peluang Indonesia dalam menembus pasar global, khususnya negara-negara nontradisional.
Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat bertemu Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman di Jakarta, Rabu (3/8/2022).Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra.
“Produk mamin Indonesia memiliki kualitas dan peluang besar untuk terus berkembang. Untuk itu, sektor ini harus terus didukung, salah satunya dengan digitalisasi perdagangan,” kata Mendag Zulkifli Hasan, dalam siaran persnya.

Selain itu, lanjut Zulkifli Hasan, Kemendag telah mempersiapkan ‘jalan tol’ agar produk mamin Indonesia semakin membanjiri pasar nontradisional. Salah satunya persetujuan dagang Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUEA-CEPA).
“Lewat kerja sama perdagangan dengan Uni Emirat Arab sebagai hub, saya yakin industri ini dapat semakin kontributif terhadap pendapatan negara,” ujar Mendag.

Sementara itu, Adhi S Lukman menyampaikan permintaan kepada Mendag mengenai pembebasan bea masuk dan kemudahan proses importasi bahan baku industri pangan.
“Permasalahan utama dalam industri pangan Indonesia yaitu ketersediaan bahan baku dan penolong yang sebagian besar impor seperti gula kristal rafinasi, garam industri, dan susu,” ungkapnya. (Kunjana)