BANGKALAN, koranmadura.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kabupaten Bangkalan, memberikan pembinaan ke pelaku Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Gedung Rektorat, Selasa, 9 Agustus 2022.
Kegiatan yang bekerjasama dengan Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut menghadirkan ratusan pelaku usaha BUMDes dari empat kabupaten di pulau Madura, Malang, dan Kota Batu.
Pembinaan yang diinisiasi oleh para akademisi dari FEB UTM ini bertujuan sebagai upaya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku BUMDes. Sehingga dalam menjalankannya dapat meningkatkan kesejahteraan di desanya.
Dekan FEB UTM, Sutikno menyampaikan BUMDes merupakan kelembagaan yang bisa menghasilkan uang dan berkontribusi pada pendapatan desa. Pemerintah pusat gelontorkan dana desa cukup besar dan bisa untuk pengembangan BUMDes.
“Namun persoalannya, keberadaan BUMDes belum sepenuhnya bisa memberikan kontribusi pada desa. Anggota BUMDes hanya tukang catat, belum berpikir bagaimana BUMDes bisa menghasilkan produk yang dijual secara meluas,” ujar dia.
Lebih lanjut kata Sutikno, persoalan SDM BUMDes sejalan dengan data yang ada secara Nasional, bahwa 70 persen di desa berpendidikan Sekolah Dasar (SD). Sehingga hal itu juga menjadi salah satu pemicu BUMDes belum bisa berjalan secara optimal.
“Di desa bukan tidak ada yang pinter dan lulusan sarjana. Ada, tapi mereka lebih memilih keluar dari desa untuk mencari penghasilan yang lebih besar,” kata dia.
Dengan persoalan tersebut, pihak FEB UTM merasa terpanggil untuk memberikan pendampingan dan sentuhan akademisi kepada BUMDes, bagaimana cara menjalankan usaha yang baik. Tentu pendampingan ini telah bekerja sama dengan DJPK Kemenkeu.
“Kita mendampingi 100 BUMDes dari enam kabupaten dan kota. Yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Malang, dan Kota Batu,” jelas dia.
Sementara Rektor UTM, Muh Syarif menambahkan adanya pembinaan kepada BUMDes selaras dengan tujuan UTM, yaitu bagaimana keberadaan kampus bisa memberikan pendampingan dalam meningkatkan kapasitas SDM BUMDes.
“Sehingga pendampingan BUMDes ini bisa membawa transformasi dan perubahan pada lingkungan sosial,” kata dia.
Kata Rektor UTM, untuk mengambangkan BUMDes harus melihat potensi desa. Setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda, baik berupa usaha jasa atau komoditi. Pendampingan ini juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Semoga pendampingan BUMDes ini bisa memberikan perubahan baru pada pengelolaan BUMDes,” kata dia.
Sedangkan Direktur Dana Transfer Umum DJPK Kemenkeu RI, Adriyanto menuturkan pihaknya mendukung program pendampingan BUMDes yang dilakukan FEB UTM. Pihaknya juga akan membantu memperkuat pengelolaan keuangan BUMDes.
“Melalui kampus ini nanti mereka akan mendapatkan bimbingan dan solusi untuk meningkatan potensi lokal,” tutur dia.
Kata dia, pemerintah pusat sudah gelontorkan dana desa diharapkan agar dimanfaatkan lebih maksimal. Baik untuk pengembangan potensi lokal, dan peningkatan SDM di Desa. Sehingga pengelolaan usahanya bisa lebih baik.
“Agar pengelolanya lebih baik, potensinya juga terus digali dan dicari,” imbuh dia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur Soekaryo juga menambahkan pembinaan yang dilakukan oleh UTM tentu akan membantu para pengelola BUMDes, agar lebih aktif untuk meningkatkan usahanya.
“Ini tentu bagus bagi BUMDes, dengan mendapatkan pembinaan, tentu mereka akan semakin memiliki peluang besar untuk menjadi Desa yang mandiri,” kata dia. (ADV/MAHMUD/DIK)