SAMPANG, koranmadura.com – Menghadapi bencana kekeringan di musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mulai mencari anggaran tanggap darurat dalam hal kebencanaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Asroni menyampaikan pihaknya saat ini berupaya menganggarkan untuk tanggap darurat pada bencana kekeringan di daerahnya dengan mengajukan anggaran ke BPBD Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, berdasarkan pemetaan desa dengan kategori kekeringan kritis yaitu sebanyak 63 desa se-Kabupaten Sampang. Sedangkan pada 2021 lalu, desa dengan status kekeringan kritis di wilayahnya mencapai 75 desa.
“Dari sisi jumlah, untuk tahun ini desa yang mengalami kekeringan kritis mengalami penurunan sebanyak 12 desa. Nah, dua minggu lalu, SK tanggap darurat telah keluar dan sudah kami serahkan ke BPBD Provinsi sebagai pelengkap untuk pengajuan anggaran. Masalah nanti direalisasikan berapa, itu kewenangan BPBD Provinsi Jatim,” katanya, Rabu, 21 September 2022.
Pengajuan anggaran ke BPBD Provinsi Jatim, Asroni mengaku karena untuk penganggaran di instansinya sangat terbatas. Pihaknya saat ini mengajukan anggaran senilai Rp 400 juta untuk kebutuhan tanggap darurat kekeringan berupa kegiatan droping air bersih.
“Sekali lagi, itu tergantung kemampuan BPBD Provinsi, karena BPBD Provinsi juga membaginya ke 38 Kabupaten/kota lain yang ada di Jatim. Nah, kami juga belum memiliki anggaran kegiatan untuk mengatasi kekeringan air. Dan total anggaran kami keseluruhan pada 2022 yaitu kurang lebih sebesar Rp 3 miliar. Rp 2 miliar untuk belanja pegawai dan administrasi umum dan sebagainya. Kemudian untuk kegiatan hanya Rp 1 miliar,” paparnya.
Berdasarkan prakiraan musim kemarau yang didapatkannya dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Asroni menyampaikan saat ini sejatinya merupakan puncak musim kemarau. Akan tetapi di sejumlah titik di daerah Sampang masih terjadi hujan.
“Namun beberapa daerah di wilayah Jawa Timur masih terjadi hujan, termasuk beberapa bagian titik di wilayah Kabupaten Sampang,” bebernya. (MUHLIS/DIK)