BANGKALAN, koranmadura.com – Asosiasi Pegiat Desa Indonesia (APDI) Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengadakan Peningkatan Kapasitas Mandiri (PKM) kepada para pendamping desa, Senin, 5 September 2022 di aula PKP-N kabupaten setempat.
Dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangkalan, Hosin Jamili menegaskan kepada para pendamping desa, agar melaporkan desa yang tidak mau dimonitoring kegiatan Dana Desa (DD).
“Silakan laporkan kepada saya, jika ada desa yang tidak ingin dimonitoring. Tapi kami tegaskan desa tersebut tidak akan diproses tahap pencairan DD,” kata dia.
Menurut dia, monitoring kegiatan desa di setiap tahapan menjadi salah satu syarat untuk pengajuan DD. Minimal pekerjaannya di atas 50 persen. Pihak kecamatan bersama pendamping desa akan turun ke lapangan untuk melihat progres pekerjaannya.
“Kami tidak ingin kejadian di Tanjung Bumi terjadi ke desa-desa yang lain. Peningkatan kapasitas pendamping ini penting untuk menyamakan persepsi dengan dinas,” papar dia.
Ketua APDI Kabupaten Bangkalan, Zainun Nasihin menyampaikan pendamping desa sudah waktunya diberi bekal pendampingan kegiatan desa. Sebab, sudah 2 tahun lebih sejak munculnya wabah Corona tidak bisa mengadakan peningkatan kapasitas mandiri.
“Dalam kegiatan peningkatan kapasitas mandiri ini akan diberi bekal terkait citra pendampingan,” ujar pria yang juga menjabat Koordinator Tenaga Ahli (TA) Pendamping Kabupaten.
Kegiatan tersebut lebih fokus ada pematangan pola pikir dan mental para pendamping desa. Dia berharap dengan diadakan peningkatan kapasitas mandiri ini bisa menyamakan persepsi dalam melakukan monitoring kegiatan desa.
“Kami berharap ke depan, pendamping bisa pembawa revolusioner dan perubahan di desa,” tutupnya. (MAHMUD/DIK)