SEMARANG, Koranmadura.com – Untuk mendukung para pedagang mi dan bakso yang menjadi usaha rakyat Nusantara, Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus menjaga stok dan stabilitas harga komoditas yang menjadi bahan baku pedagang mi dan bakso seperti daging dan tepung.
Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan di acara Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO) Periode 2022–2027 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/9/2022) malam.
“Saya bahagia karena telah mengukuhkan pengurus asosiasi bagi pedagang mi dan bakso untuk periode selanjutnya. Berdagang mi dan bakso adalah usaha rakyat yang ada di seluruh Nusantara. Hal inilah yang kita dukung karena terkait erat dengan hal yang saya kerjakan sebagai Menteri Perdagangan. Bicara bakso pasti berkaitan dengan daging, lalu mi dengan gandum, selain itu ada ayam, telur, bawang, termasuk minyak. Stabilitasi komoditas ini sudah menjadi bagian dari pekerjaan Kemendag,” ungkap Mendag dalam siaran persnya.
Zulkifli Hasan menyatakan masyarakat dapat menggunakan MINYAKITA saat membuat sajian mi dan bakso. Ia mengatakan, MINYAKITA telah tersedia sesuai harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yaitu Rp14.000/liter.
Di acara tersebut, turut hadir Ketua Umum APMISO Lasiman, Kepala Pusat Pemberitaan LPP RRI Semarang Widhie Kurniawan, dan Ketua Dewan Pakar APMISO Hari Tanoesoedibjo.
Mendag Zulkifli Hasan didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto dan Plt. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra.

Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, kunjungannya ke Jawa Tengah kali ini menjadi bagian dari upaya Kemendag memantau stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok).
Jawa Tengah, menurut dia, adalah barometer stabilitas harga bapok di Indonesia.
“Jawa Tengah ini sentra dari banyak komoditas. Pemerintah siap mendukung stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bapok di tengah-tengah masyarakat seluruh Indonesia. Mudah-mudahan bagi pedagang bakso juga harganya stabil sehingga kita harapkan tidak terjadi gejolak. Kita harapkan pengusaha-pengusaha kita, khususnya UMKM dan pedagang mi dan bakso, bisa untung berkembang menjadi usaha besar,” ungkap Mendag.
Dalam pengukuhan pengurus APMISO kali ini, penyelenggara menghadirkan para pedagang mi dan bakso yang berjualan dengan gerobak untuk meramaikan acara sehingga menjadi sebuah pesta rakyat. Gelaran wayang kulit pun turut menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut.
Ketua Umum APMISO Lasiman berharap pengukuhan pengurus APMISO dapat semakin mengembangkan UMKM dan pedagang mi bakso agar dapat berjalan dengan baik.
“Mohon doa restu, semoga pengukuhan pengurus APMISO malam hari ini menjadi APMISO yang bermanfaat, terutama bagi pedagang mi bakso di seluruh Nusantara,” kata Lasiman.
Sementara itu, Kepala Pusat Pemberitaan LPP RRI Semarang Widhie Kurniawan menyampaikan agar Kemendag memberikan dukungan pengembangan usaha mi dan bakso dalam berbagai kebijakan perdagangan. Ia pun mempersilakan masyarakat Semarang untuk menggunakan komplek RRI semarang untuk kegiatan masyarakat, seperti yang dilakukan APMISO.
“Dukungan Kemendag bagi pedagang mi dan bakso akan sangat berarti bagi kesejahteraan mereka. Selain itu, kami mempersilakan masyarakat Semarang untuk memanfaatkan fasilitas RRI Semarang. Halaman kami luas, kami memiliki auditorium, dan kami berlokasi strategis. Kami memberi kesempatan kepada UMKM dan siapapun untuk menggunakan RRI,” ungkap Widhie. (Kunjana)