JAKARTA, Koranmadura.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Dudung Abdurachman kembali tidak mendampingi Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa saat bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menggelar acar dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membuka acara Entry Meeting/Taklimat Awal Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) BPK RI di lingkungan Kementerian Pertahanan pada Rabu 21 September 2022.
Dalam kesempatan ini Prabowo Subianto didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa. Namun di level kepala staf, hanya Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono yang tampak mendampingi Panglima TNI. Tidak tampak KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
Adapun Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis Kementerian Pertahanan di Jakarta, Rabu 21 September 2022 menyebutkan bahwa pertemuan ini untuk mendapat masukan dari BPK terkait kinerja di bidang pertahanan.
“Saya berharap Kemhan dan TNI akan mendapat masukan-masukan yang berharga dan solusi terkait peningkatan kinerja industri pertahanan, peningkatan dalam pemeliharaan dan perawatan pesawat terbang serta industri amunisi,” ujar Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto meneruskan, “Kepada tim pemeriksa BPK RI kami ucapkan selamat bertugas. Saya berharap agar selalu memberi arahan, asistensi, dan bimbingannya sehingga ke depan Kemhan dan TNI akan semakin baik.”
“Semoga Tuhan Yang Maha Besar selalu memberi petunjuk, kekuatan, dan perlindungan kepada kita sekalian, sehingga kita dapat melanjutkan pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai,” ujar Prabowo Subianto lagi.
Isu renggangnya hubungan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dengan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman sempat heboh beberapa waktu lalu setelah dibuka anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon dalam rapat dengan Panglima TNI di Komisi I DPR.
Namun kasus ini kemudian menjadi panas karena adanya protes dan nada ancaman dari sejumlah oknum TNI terhadap Effendi Simbolon.
Kasusnya mereda setelah Effendi Simbolon membuat permintaan maaf secara terbuka kepada institusi TNI serta Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (Sander)