PAMEKASAN, koranmadura.com – Para pedagang batik di pasar 17, Kecamatan Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau kepala pasar setempat untuk menertibkan para penjual sayur yang berjualan di depan kios mereka.
Sebab, menurut mereka, kegiatan para penjual sayur berjualan di depan kios mereka mengganggu jalannya pengendara roda empat dan roda dua untuk parkir bagi membeli batik.
Perwakilan pedagang batik Moh. Tamin menuturkan pengendara yang mau lewat atau parkir untuk membeli batik sering kesulitan akibat keberadaan para penjual sayur.
“Kurang lebih 12 kios batik yang merasa terganggu dengan pedagang sayur di daerah selatan (daerah atas). Para pembeli batik itu, apalagi pakai mobil, pakai sepeda pun tidak bisa. Paling parah itu, kalau ada orang dari luar atau tamu yang bawa rombongan. Pasti kesulitan untuk parkir,” jelas Moh. Tamin, Rabu, 28 September 2022.
Karena itu, dia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan atau kepala pasar untuk memindah para penjual sayur ke kios yang belum ditempati. Karena masih banyak kios yang tidak ditempati.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan Agus Wijaya mengatakan tidak ada penjual di depan kios batik.
“Tapi kalau di atasnya, di jalan itu, memang ada. Tapi itu bukan pakai lapak bawah, maksudnya yang di bawah itu sudah tahunan, dan sudah puluhan tahun, kenapa baru sekarang dipermasalahkan,” jelas Agus Wijaya.
Soal keluhan pedagang batik yang merasa terganggu, Agus merasa bingung. Sebab baru sekarang dikeluhkan. Padahal mereka di sana sudah sejak lama.
“Kok, saya bingung, ya. Kok, baru hari ini. Masak jualan yang lima tahun, saya suruh pergi?” ungkapnya.
Untuk yang lama, dia mengaku tidak berani memindahkan sebab sudah ada yang puluhan tahun. Namun untuk yang baru, akan dicarikan solusi atau tempat yang bisa ditempati.
“Untuk kios yang katanya kosong, itu ternyata yang kosong cuma tiga. Itupun orangnya keluar. Sedangkan pedagang di sana, saya hitung, lebih dari 20 orang. Apakah kios yang di sana itu mampu? Makanya akan kami carikan solusinya dulu,” terangnya. (SUDUR/FAT/DIK)