SAMPANG, koranmadura.com – Kasus pembacokan hingga meninggal dunia yang menimpa korban Achmad Dori alias Mat Dori asal warga Dusun Tengah, Desa Gunung Maddah, Senin malam, 12 September 2022 kemarin terus berlanjut. Pasalnya, saat ini pihak polisi sedang memburu terduga pelaku lainnya.
Dalam keterangan pers rilis yang dikeluarkan pihak Polres Sampang, korban dan pelaku sempat berduel, yaitu satu melawan dua orang. Kemudian pasca insiden pembacokan hingga merenggut nyawa Mat Dori itu, Polis tidak butuh waktu lama untuk mengamankan salah satu terduga berinisial LY(41), asal warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, sekitar pukul 00.00 wib dini hari, di wilayah Desa Gunung Maddah.
Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Nugraha saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pelaku pembacokan hingga meninggal dunia yang terjadi di Desa Gunung Maddah, dilakukan oleh dua orang. Bahkan pihaknya menegaskan, saat ini pelaku lainnya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Pelaku ada dua orang, satu masih DPO,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp, Rabu, 14 September 2022.
Untuk diketahui, peristiwa berdarah kali ini merupakan peristiwa yang ke tiga kalinya dalam sepekan terakhir ini di wilayah Kabupaten Sampang. Pertama, terjadi di wilayah Kecamatan Banyuates dan korban meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 8 September lalu.
Kemudian ke esokan harinya, Jumat, 9 September 2022, kembali terjadi pembacokan, namun korban masih selamat dan hidup. Dan peristiwa ke tiga terjadi di Desa Gunung Maddah, dengan kondisi korban meninggal dunia. (MUHLIS/DIK)