PAMEKASAN, koranmadura.com – Penyakit tuberkulosis (TBC) mulai menyerang warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Tercatat hingga saat ini sudah ada 609 penderita, meliputi laki-laki 352 orang dan perempuan 257 orang. Jumlah itu dimungkinkan akan terus bertambah. Sebab, penyakit tersebut bisa menular.
Kepala Dinas, Syarifuddin melalui Wakil Supervisor TBC Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Dwi Kurnia mengatakan terjadinya penyakit TBC ini, pertama, adanya kontak erat dengan penderita TBC, dimana menularnya itu melalui dropped dari percikan ludah atau air liur dari penderita TBC ke orang lain.
Kedua, penyebabnya juga faktor gaya hidup. Seperti merokok dan lain-lainnya.
“Biasanya tandanya itu gizinya kurang. Jadi, berat badan itu tidak sesuai umur. Gagal tumbuh, demam, batuk, dan berat badan tidak naik.,” ungkap Dwi Kurnia, Senin, 7 September 2022.
Bagi warga yang kontak dengan pasien TBC, kata Dwi Kurnia tersebut akan dilakukan investigasi kontak (IKA), dan akan diberi terapi pencegahan tuberkilosis (TPT).
“Kalau dari gaya hidup itu kurang sehat, jadi harus diperbaiki cara hidupnya, untuk pencegahan dari TBC-nya. Intinya terus menggunakan masker. Kalau bersin ditutupi,” jelasnya.
Pihaknya berharap agar masyarakat selalu meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat terus (PHBS). Bagi penderita TBC, dapat menyelesaikan pengobatannya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dari dokternya, sehingga bisa sembuh total.
“Menghindari perilaku seperti merokok, minum-minuman keras, dan makan makanan yang tidak bergizi. Kalau bisa diubah cara hidupnya, bisa lebih baik lagi,” paparnya. (SUDUR/DIK)