JAKARTA, Koranmadura.com – Presiden Jokowi mengingatkan bahwa situasi ekonomi tahun depan gelap gulita, sulit diprediksi, dan sukar dikalkulasi.
Situasi itu semakin sulit karena perang Rusia vs Ukraina makin panjang menyusul referendum di empat wilayah Ukraina yang memilih bergabung dengan Rusia.
“Tiap hari kita selalu diingatkan dan kalau kita baca baik di media sosial di media cetak, di media online semuanya mengenai resesi global. Tahun ini sulit dan tahun depan sekali lagi saya sampaikan akan gelap. Dan kita tidak tahu badai besarnya seperti apa sekuat apa, tidak bisa dikalkulasi,” ungkap Presiden Jokowi di Jakarta, Kamis 29 September 2022.
Presiden Jokowi lalu menceritakan krisis finansial yang sedang menimpa Inggris menyusul inflasi yang membengkak hingga hampir 10 persen. Kondisi ini berdampak kepada negara-negara lain, termasuk Indonesia.
“Kriris finansial baru saja sebuah negara mengajukan APBN di Inggris, kemudian pasar melihat langsung yang namanya nilai tukar di semua negara guncang dan melemah terdepresiasi, termasuk kita. Hati-hati ketidakpastian ini, mengenai ketidakpastian ini,” jelas Presiden Jokowi lagi.
Sementara itu, perang Rusia vs Ukraina semakin sulit berakhir karena referendum di empat wilayah Ukraina memilih bergabung dengan Rusia. Ini akan membuat eskalasi perang juga semakin besar.
“Referendum yang kemarin dilakukan di empat wilayah ukraina, di Donetsk, Zaporizhzhia, Kherson, Lugansk, makin merumitkan lagi kapan akan selesai dan imbasnya ke ekonomi seperti apa makin rumit,” ujar Presiden Jokowi. (Sander)