KIEV, Koranmadura.com – Serangan balasan dari pasukan Rusia membuat jaringan listrik di Kota Kharkiv dan Donetsk padam total dan membuat wilayah itu gelap gulita. Selain itu, 9 juta warga juga disebutkan kekurangan air bersih akibat serangan Rusia tersebut.
Dikutip dari BBC, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan, Rusia memberi reaksi atas serangan kilat dan besar-besaran yang dilancarkan pasukan Ukraina dalam beberapa hari terakhir.
Serangan kilat pasukan Ukraina ini membuat mereka berhasil merebut kembali wilayah seluas 3.000 kilometer persegi dari tangan Rusia pada Sabtu 10 September lalu.
Dalam empat hari terakhir, pasukan Ukraina sukses merebut kembali 6.000 kilometer persegi wilayah mereka di Ukraina Timur dari pasukan Rusia.
Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov mengatakan, serangan Rusia menyasar infrastruktur warga sipil dan menyebabkan kota yang dipimpinnya ketiadaan listrik dan air bersih.
Ia menyebut, ini adalah serangan balasan Rusia atas kesuksesan pasukan Ukraina dalam beberapa hari terakhir.
Reporter BBC dari Kharkiv melaporkan, ada dua ledakan misil terdengar pada Minggu 11 September 2022 malam.
Menyusul serangan ini Ihor Terekhov dan gubernur setempat meminta masyarakat tetap tenang. Sebab layanan darurat sedang bekerja untuk memperbaiki kerusakan dan menghidupkan kembali pasokan listrik. (Sander)