JAKARTA, Koranmadura.com – PDI Perjuangan akan menaikkan intensitas pembahasan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) menjelang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.
Sinyal itu disampaikan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta Minggu 30 Oktober 2022. Dia mengungkapkan, intensitas itu akan ditandai dengan akan semakin rutinnya pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Nanti juga sama akan ada pertemuan-pertemuan yang intens antara Ibu Mega, Pak Jokowi. Kemudian pertemuan dengan para ketum yang akan bersama-sama membangun kerja sama,” kata Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Menurut Hasto Kristiyanto, jalan dialog panjang ini sebetulnya bukan hal baru ditempuh Megawati Soekarnoputri. Sebab pada 2019 lalu, Megawati Soekarnoputri juga melakukan dialog panjang dengan para ketua umum partai politik yang bau berkoalisi.
“Kemudian tentu saja pada momentum tepat sebagaimana terjadi pada tahun 2019, saat itu Ibu Mega kan berdialog panjang lebar dengan Pak Jokowi sebelum mencalonkan beliau pada periode kedua dan kemudian digagas lah saat itu badan riset dan inovasi nasional sebagai jalan Indonesia yang berdikari,” jelas Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto mengungkapkan, tantangan ke depan sangat tidak mudah. Mulai dari turbulensi ekonomi juga masalah geopolitik baik global maupun regional seperti perang Rusia vs Ukraina dan ancaman perang China vs Taiwan.
“Tahun depan ini kan kita menghadapi ujian karena perang besar rusia Ukraina dan kemudian akhir-akhir ini terjadi krisis pupuk, kemudian krisisi pangan, krisis energi,” jelas Hasto Kristiyanto.
Politisi asal Yogyakarta itu meneruskan, “Kemudian dengan menguatnya Presiden Xi Jin Ping maka persoalan Taiwan yang sebelumnya secara gencar AS mem-back up penuh Taiwan ini juga akan menimbulkan persoalan-persoalan geopolitik sehingga situasi eksternal global itu sangat volatil dan kemudian penuh ancaman yang makin destruktif yang mengganggu keamanan global.” (Sander)