BANGKALAN, koranmadura.com – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan, Madura, Jawa Timur mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Rp4,8 miliar. Namun dana tersebut belum terserap 100 persen.
Kepala Disperinaker Kabupaten Bangkalan, Salman Hidayat mengatakan peruntukan dana DBHCHT Rp4,8 miliar tersebut untuk pelatihan dan Bantuan Langsung Usaha (BLU) berupa peralatan yang menunjang usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM).
“Untuk pelatihan berupa menjahit Rp80 juta, sisanya untuk bantuan langsung modal usaha para IKM,” kata dia, Rabu, 12 Oktober 2022.
Dia menjelaskan dengan sisa 3 bulan ini pihaknya optimistis dapat terealisasi 100 persen. Sebab, Salman, sapaan akrab Salman Hidayat mengklaim sudah mengantongi data IKM, sehingga pengadaan barang untuk bantuan modal pelaku usaha lebih cepat.
“Ini bantuan pada usaha yang sudah berjalan dan punya izin usaha, bukan usaha baru. Data yang kami punya sekitar 1.200 IKM,” kata dia.
Pihaknya menjelaskan bahwa bantuan modal usaha ini diprioritaskan pada IKM yang sudah terdata di Disperinaker Bangkalan. Namun, jika ada pelaku usaha yang ingin mengajukan tetap dimasukan dalam data calon penerima bantuan.
“Kita utamakan yang ada di data kami dulu. Kalau ada yang mengajukan baru kami akan lakukan survei,” ujarnya.
Menurut dia, pelatihan dan bantuan modal usaha tersebut sangat bermanfaat kepada para pelaku usaha. Oleh sebab itu, pihaknya berharap dengan adanya pelatihan dan memberikan modal kepada para IKM dapat mengembangkan usaha produksinya.
“Semoga pelatihan dan pemberian bantuan modal usaha dapat berjalan dengan lancar,” harapannya. (MAHMUD/DIK)