SUMENEP, koranmadura.com – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto memberikan pendidikan politik dan kursus kebangsaan kepada kader PDI Perjuangan se-Madura, Jumat, 14 Oktober 2022.
Acara Pendidikan Politik dan Kursus Kebangsaan yang berlangsung di Kabupaten Sumenep itu juga dihadiri oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi.
Dalam kesempatan tersebut, di antaranya, Hasto menyampaikan agar kader PDI Perjuangan peka terhadap realitas dan memiliki kemampuan mumpuni dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Salah satu ciri (kader) PDI Perjuangan harus melek teknologi. Pada tahun 1955 saja, rapat-rapat PAC, PNI, itu sudah bicara tentang persoalan nasional dan internasional,” tegasnya.
Menurut Hasto, selain harus melek teknologi digital, semua kader PDI Perjuangan di Madura juga harus memiliki semangat untuk mendorong anak-anaknya agar sekolah setinggi-tingginya dan belajar banyak disiplin ilmu pengetahuan.
“Apalagi di Madura ini juga terkenal dengan tembakaunya yang luar biasa hebat. Jika kita punya tembakau, harusnya ke depan kita harus bisa menghasilkan cerutu-cerutu yang hebat, yang tidak boleh kalah dengan cerutu Kuba, Saudara-saudara,” tambahnya.
Semua itu, sambung dia, bisa dicapai di antaranya dengan cara pandang bahwa, bangsa yang besar hanya akan besar jika memiliki nilai-nilai perjuangan dan pantang menyerah.
“Dan semangat pantang menyerah itu harus diramu dengan pengetahuan, bagaimana membawa Madura kepada kemajuan. Itu syaratnya adalah pendidikan. Tidak boleh tidak!” tegas Hasto.
“Maka PDI Perjuangan harus selalu mengampanyekan bahwa, politik harus menyentuh hal paling mendasar tentang pendidikan,” tambahnya. (FATHOL ALIF/DIK)