JAKARTA, Koranmadura.com – Presiden Jokowi berdialog secara jarak jauh dengan para prajurit TNI yang bertugas di pos-pos perbatasan Republik Indonesia dengan negara tetangga.
Dialog tersebut dilakukan seusai menjadi inspektur upacara HUT Ke-77 TNI di halaman Istana Merdeka Jakarta, Rabu 5 Oktober 2022.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi berdialog dengan prajurit-prajurit yang bertugas di Pos Entikong, salah satu pos perbatasan Indonesia-Malaysia, Pos Motaain, pos perbatasan Indonesia-Timor Leste, Pos Sota di perbatasan Indonesia-Papua Nugini, dan pos penjagaan pulau terluar di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara.
Sebagaimana dilihat dalam channel Youtube Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi mula-mula menyapa para prajurit TNI yang bertugas di perbatasan Malaysia-Indonesia di Pos Entikong.
“Ini kalau belanja di Malaysia atau di Indonesia?” tanya Presiden Jokowi. “”Izin, di Indonesia, di Balai Karangan,” jawab Komandan Perbatasan Indonesia Malaysia.
“Lebih murah atau lebih mahal?” tanya Presiden Jokowi lagi. “Siap lebih murah,” jawab sang komandan. “Benar?” tanya Presiden Jokowi memastikan. “Siap benar,” sahut sang komandan tegas.
Pertanyaan yang sama juga disampaikan Presiden Jokowi saat berdialog dengan prajurit TNI yang bertugas di Pos Motaain.
Setelah mendengar laporan singkat dari komandan perbatasan, Presiden Jokowi bertanya, “Kalau belanja untuk bahan makanan, harus ke Atambua, Belu atau tempat lain?” “Siap, kami belanja di Kota Atambua bapak,” jawab sang komandan.
“Itu paling dekat?” tanya Presiden Jokowi. “Harga beras per kilo berapa?” lanjut Presiden Jokowi. “Izin, harga beras Rp 8.000 per kilogram Bapak Presiden,” timpal sang komandan dari seberang.
“Kok murah banget? Benar?” kejar Presiden Jokowi untuk memastikan. “Siap betul,” kata sang komandan singkat. “Ya bagus, bagus, bagus,” ucap Presiden Jokowi.
Begitu pula saat berdialog dengan para prajurit TNI yang bertugas di Pos Sota, perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.
“Ini kan jauh sekali dari Merauke. Kalau belanja-belanja harus ke Merauke atau harus ke tempat lain?” tanya Presiden Jokowi. “Kami belanja di kota bapak,” jawab komandan perbatasan.
“Tunjangan cukup?” tanya Presiden Jokowi lagi. “Cukup bapak,” jawab sang komandan.
“Benar? Gak usah takut dengan panglima,” tanya Presiden Jokowi sekali lagi. “Cukup bapak,” jawab sang komandan.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan, panjang perbatasan Indonesia-Malaysia hampir 2.000 kilometer dan ada 81 pos penjagaan di sepanjang perbatasan itu.
Sementara di perbatasan Indonesia-Timor Leste, panjang perbatasannya mencapai 270 kilometer. Adapun perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini di ujung timur sepanjang 1.100 kilometer dengan 82 pos penjagaan. (Sander)