JAKARTA, Koranmadura.com – Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Presiden Republik Kenya, William Samoei Ruto, di Nairobi, Ibu Kota Kenya, pada Rabu 12 Oktober 2022 hari ini.
Kedua tokoh membahas sejumlah isu, khususnya mengenai peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Kenya.
“Saya mengharapkan kesuksesan bapak dalam memimpin rakyat Kenya menuju masa depan yang lebih baik. Di bawah kepemimpinan bapak, saya harapkan hubungan Indonesia dan Kenya dapat berkembang lebih erat lagi,” kata Puan Maharani pada awal pertemuan tersebut.
Puan Maharani lalu menyinggung hubungan erat Indonesia dengan negara-negara di Afrika, termasuk Kenya, sejak Konferensi Asia Afrika yang dipelopori oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
“Indonesia memiliki hubungan historis yang erat dengan negara-negara di Afrika. Presiden Pertama Indonesia, Bapak Soekarno, merupakan inisiator Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Puan Maharani menambahkan, KAA saat ini telah mendorong kemerdekaan negara-negara di Asia dan Afrika untuk terbebas dari penjajahan. Menurutnya, prinsip-prinsip pada KAA tetap relevan dengan perkembangan dunia yang ditandai dengan ketegangan geopolitik.
“Dan saat ini Indonesia ingin terus memperkuat hubungannya dengan negara-negara di Afrika termasuk Kenya,” tegas Puan Maharani.
Mantan Menko PMK ini berharap Indonesia bisa terus memperkuat kerja sama multilateral di bidang lingkungan hidup dan pemukiman, dengan memanfaatkan keberadaan UNEP dan UN-Habitat di Nairobi.
Di bidang politik, sebagai sesama kekuatan regional di wilayahnya masing-masing (ASEAN dan East African Community – EAC), Puan Maharani mendorong kedua negara untuk dapat bekerja sama bagi exchange of best practices dan lessons learned terkait perdamaian, keamanan, dan pembangunan, serta kerja sama anti-terorisme.
“Kerja sama antar pemerintah penting untuk terus diperkuat sebagai fondasi bagi kerjasama ekonomi dan sosial budaya. Hal ini dapat kita dorong salah satunya melalui kegiatan saling kunjung antar pejabat dan pimpinan kedua negara,” terangnya.
Selain itu, Puan Maharani juga menyatakan dukungannya terhadap usulan untuk membentuk Perjanjian Bebas Visa Diplomatik dan Dinas (PBVDD) antara Indonesia dan Kenya. Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan dapat mempermudah mobilitas bagi pejabat pemerintah.
“Sehingga akan memberikan dampak positif bagi kerja sama Indonesia dan Kenya. Kemudian perlu pula dikembangkan hubungan People-to-people contact dalam mendukung kerja sama yang lebih erat antar kedua negara,” ungkap Puan Maharani.
Dalam kesempatan itu, Puan Maharani juga menyinggung soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup positif di saat pertumbuhan ekonomi global melambat. Puan juga mengatakan, Indonesia menjadi eksportir produk berkualitas tinggi termasuk sektor otomotif dan berbagai sektor industri lainnya.
“Pembangunan infrastruktur Indonesia juga dilakukan secara masif. Dan Indonesia memiliki kekuatan BUMN yang sudah membangun infrastruktur di berbagai negara,” ujar cucu Bung Karno itu.
Puan Maharani menyatakan, Indonesia ingin terus memperbesar perdagangannya dengan Kenya, termasuk memperbesar ekspor crude palm oil (CPO) kertas karton, produk tekstil, fatty alcohol, pakaian olah raga, accu, kaca optic, dan lemari es. (Sander)