PAMEKASAN, koranmadura.com – Banyak petani mengeluhkan terkait dengan kelangkaan pupuk bersubsidi menjelang musim tanam.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) wilayah Kabupaten Pamekasan, H. Nasir. Menurutnya keluhan petani soal kelangkaan pupuk masih belum teratasi dengan baik.
“Sekarang masih terus terjadi kelangkaan pupuk tersebut, padahal sesuai dengan informasi yang kami serap, di RDKK dari mulai Januari sampai ke Desember itu kuota pupuk untuk setiap kelompok tani kurang lebih 10 sampai 20 ton, kurang lebih begitu,” jelas H Nasir, Senin, 17 Oktober 2022.
Pihaknya menduga hal ini ada permainan para mafia pupuk yang perlu diberantas.
“Kami kelompok tani, dan juga perwakilan HKTI akan melakukan audiensi ke Komisi II dengan kelangkaan ini, tentunya kami akan segera melakukan ini, kasihan para petani,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, Slamet Supriyadi mengatakan bahwa penyebab terjadinya kelangkaan pupuk tersebut karena adanya relokasi pupuk subsidi, berdasarkan surat keputusan dari Kementan yang diteruskan oleh Gubernur dan dilanjutkan oleh Kepala Dinas kabupaten.
“(Berdasarkan relokasi) ada dua pupuk yang tetap disubsidi, Urea dan NPK. Untuk pupuk yang lainnya sudah tidak ada lagi, terhitung mulai September tahun 2022 itu,” ungkap Slamet.
Penyebab lain kelangkaan pupuk di akhir musim tembakau ini, menurutnya terkadang banyak orang yang membeli dan menyimpannya.
“Kadang akhir musim tembakau ini banyak petani yang menumpuk pupuk subsidi karena punya duit untuk disimpan,” tuturnya. (SUDUR/DIK)