BANGKALAN, koranmadura.com – Proses lelang beberapa aset berupa peralatan kantor di Dinas Koperasi, Usaha Mikro (Diskop UM) dan Inspektorat Bangkalan, Madura, Jawa Timur berpotensi gagal. Sebab, hingga saat ini ketersediaan anggaran belum jelas.
Kabid Sarana dan Aset Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan, A.P. Sjahid menuturkan proses lelang aset yang rencananya dilaksanakan penilaian di Diskop UM dan Inspektorat diperkirakan menelan anggaran Rp15 juta.
“Lelang aset berupa meja, rak buku, kursi, hingga komputer,” kata dia, Rabu 26 Oktober 2022.
Proses lelang juga memperhatikan jumlah peralatan yang sudah habis masa pakai atau sudah tak layak. Walaupun bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD), namun dalam proses lelang juga membutuhkan anggaran.
“Jika dianggarkan Rp15 juta, tapi yang dilelang sedikit maka rugi pada Pemkab,” kata dia.
Menurutnya proses lelang tahun ini berpotensi gagal. Mengingat anggaran yang dibutuhkan, pihaknya harus menunggu perubahan anggaran keuangan (PAK). Sementara anggaran saat ini harus ada penyesuaian.
“Lelang aset harus segera dilakukan, karena khawatir aset yang tidak digunakan akan hilang. Tapi kami menunggu kepastian di PAK,” kata dia. (MAHMUD/DIK)