JAKARTA, Koranmadura.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menunggu Presiden Rusia Vladimir Putin memenuhi janjinya ikut terlibat dalam proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama di sektor proyek transportasi kereta melalui perusahaan Russian Railways.
“Saya mengapresiasi minat Rusia untuk terlibat dalam pengembangan Ibu Kota Negara atau IKN,” ungkap Puan Maharani saat melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Rusia, Valentina Matviyenko, pada Kamis 6 Oktober 2022 di sela-sela perhelatan the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20).
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan investasi di proyek pembangunan jaringan kereta api di IKN ketika Presiden Jokowi melawat ke Moskwa pada 30 Juni 2022 lalu.
Kunjungan itu juga dilakukan dengan misi perdamaian guna mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Dan, sebelum terbang ke Rusia, Presiden Jokowi mengunjungi Ukraina menggunakan kereta api dari Polandia.
Pada bagian lain dalam pertemuan bilateral tersebut Puan Maharani berharap, rencana peningkatan kemitraan kedua negara menjadi mitra strategis dan peluncuran perundingan perdagangan Indonesia dengan Eurasian Economic Forum dapat segera diwujudkan dalam waktu dekat.
Puan Maharani menyebut Rusia merupakan pasar potensial dan mitra dagang utama di kawasan Eropa Timur dan Tenggara dengan target peningkatan nilai perdagangan mencapai USD 5 miliar.
“Bagi Indonesia, Rusia juga merupakan negara potensial untuk kerja sama investasi karena nilai realisasi investasi Rusia di Indonesia yang terus meningkat,” sebutnya.
Puan Maharani melanjutkan, DPR berharap hubungan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Rusia yang sudah berjalan dengan baik dapat terus ditingkatkan.
Terutama dengan memanfaatkan forum kerja sama bilateral yang telah terbentuk dan secara reguler dilakukan pertemuan, seperti Sidang Komisi Bersama Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik, serta Konsultasi Bilateral Bidang Keamanan.
“Saya mendorong kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia dengan Rusia. Bagi kami, Rusia merupakan alternatif negara untuk pengadaan atau modernisasi alutsista Indonesia,” ucap Puan Maharani.
Puan Maharani meneruskan, “DPR RI dan Parlemen Rusia juga perlu memainkan peran diplomasi parlemen untuk ikut mengupayakan terwujudnya perdamaian dan keamanan internasional,” tutupnya. (Sander)