SAMPANG, koranmadura.com – Ditinggal Bepergian ke rumah saudaranya, sebuah rumah milik Nurul Hidayat (27) asal warga Dusun Lembanah, Desa Pengarengan, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, Madura, roboh dan menjadi rata dengan tanah.
Kapolsek Pengarengan, Ipda Sujiono saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa rumah roboh milik warga di Dusun Lembanah, Desa Pengarengan. Peristiwa robohnya satu rumah yang ditempati pasangan suami istri (Pasutri) Nurul Hidayat dan Halimatus Sakdiyah bersama putrinya yang masih berusia empat tahun, itu terjadi pada Minggu sore, 23 Oktober 2022, sekitar pukul 16.30 wib.
“Rumahnya warga yang roboh itu bukan karena faktor bencana seperti angin kencang dan semacamanya, tapi robohnya rumah milik Pak Nurul Hidayat karena usia bangunan sudah tua dan terlihat rapuh. Memang dua hari sebelumnya kondisi cuaca di Pengarengan terjadi hujan deras dan angin kencang, tapi tidak terjadi sesuatu pada rumah itu. Nah Minggu sore kemarin, rumah itu roboh,” katanya kepada koranmadura.com, Senin, 24 Oktober 2022.
Ipda Sujiono menceritakan, saat rumah roboh, pemilik rumah sedang bepergian mengunjungi rumah saudaranya yang lokasinya masih tetangga dusun yaitu di Dusun Plasah, Desa Pengarengan. Sedangkan kondisi rumah kala itu dihuni oleh dua orang yaitu adik dari pemilik rumah yakni bernama Syaifuddin dan Herman yang sedang istirahat di rumah tersebut.
“Pas peristiwa rumah roboh, pemilik rumah ke rumah saudaranya di Dusun Plasah. Sedangkan di lokasi ada dua adiknya yang lagi istirahat dan tiba-tiba keduanya mendengar suara genteng rumah di bagian belakang berjatuhan. mendengar suara genteng berjatuhan banyak, kedua adik pemilik rumah ini bergegas keluar rumah dan melihat langsung rumah itu roboh dengan sendirinya,” ceritanya.
Pihaknya juga menyatakan, pemilik asli rumah tersebut berada di Surabaya dan kemudian diwariskan kepada penghuni saat ini. Sedangkan luas rumah dikatakannya berukuran kurang lebih sekitar 10 x 8 meter dan terlihat seperti rumah semi permanen. Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa peristiwa rumah roboh tersebut tidak memakan korban jiwa. Hanya saja pemilik rumah mengalami kerugian material. Dengan kondisi tersebut, saat ini penghuni rumah menumpang tinggal bersama saudaranya yang ada di Dusun Plasah, Desa Pengarengan. Dari peristiwa itu pula, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Mapolres, Forkopimcam, Kepala Desa serta Banser setempat untuk membantu pemilik rumah melakukan giat gotong royong membersihkan reruntuhan material.
“Tadi pagi Samapta Polres mengirim satu pleton, bersama jajaran Polsek serta Banser ikut membantu kerja bakti di lokasi,” katanya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap bencana dalam kondisi cuaca saat ini yang masih dalam kondisi ekstrem di saat peralihan musim.
“Warga harap berhati-hati dalam situasi peralihan musim, karena saat ini seringkali terjadi hujan lebat dan angin kencang karena seringkali terjadi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)