TEHERAN, Koranmadura.com – Sebanyak empat orang tahanan meninggal dunia dan 61 lainnya luka-luka dalam ledakan dan kebakaran yang terjadi di penjara Evin, Teheran, Ibu Kota Iran, Sabtu 15 Oktober 2022 waktu setempat. Penjara Evin adalah rumah tahanan untuk para tahanan politik.
Dalam sejumlah video yang beredar di media online, kobaran api dan asap membubung di Teheran dan tembakan senjata dan letusan terus terdengar.
Menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, sebagaimana dikutip BBC, jumlah korban meninggal dari kejadian bisa lebih tinggi.
Berbicara di luar penajara gubernur Teheran kepada stasiun televisi negara mengatakan, terjadi kerusuhan di salah satu sayap penjara tersebut. Namun situasinya terkendali.
Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan aksi protes anti pemerintah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di seantero Iran.
Aksi protes ini bermula dari meninggalnya seorang perempuan Kurdi Iran berusia 22 tahun bernama Mahsa Amini yang ditahan polisi. Pejabat polisi Iran mengatakan, dia meninggal karena serangan jantung. Namun keluarganya tidak percaya dengan penjelasan polisi tersebut.
Koresponden BBC untuk wilaya Persia, Rana Rahimpour belum tahu apakah kejadian di penjara ini berkaitan dengan aksi protes di Iran selama ini.
Namun dapat dengan mudah disimpulkan bahwa kejadian ini berkaitan dengan aksi protes tersebut karena ratusan demonstran yang ditangkap aparat Iran dijebloskan ke penjara tersebut. (Sander)