JAKARTA, Koranmadura.com – Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Ny Iriana Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Phnom Penh, Kamboja sekitar pukul 19.30 waktu setempat, Rabu, 9 November 2022, setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 3,5 jam dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Presiden Jokowi disambut Menteri Pos dan Telekomunikasi Kamboja Vandeth Chea, Duta Besar LBBP RI Phnom Penh Sudirman Haseng beserta istri, dan Atase Pertahanan RI Phnom Penh, Mochammad Rizal beserta istri.
Dari Bandara Internasional Phnom Penh, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana beserta delegasi lainnya kemudian menuju hotel tempatnya bermalam sebelum melanjutkan kegiatan pada hari ini.
Di hotel, Presiden Jokowi sudah ditunggu dan disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan perwakilan staf KBRI Phnom Penh.
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana juga disambut atraksi musik angklung yang dimainkan oleh 15 anak Warga Negara Indonesia yang membawakan lagu “Ojo Dibandingke” dan “Gundul Pacul”.
Presiden Jokowi ke Kamboja untuk menghadiri KTT ASEAN ke-40 dan 41 yang berlangsung 10-13 November 2022. Dalam lawatan kali ini, Presiden Jokowi akan mengikuti 20 pertemuan.
Salah satu fokus Indonesia pada KTT ASEAN ini adalah keketuaan Indonesia ASEAN tahun depan. Menurut Presiden Jokowi, sebagai Ketua ASEAN, Indonesia akan mengusung tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth“.
“Intinya Indonesia menginginkan agar ASEAN tetap penting dan relevan atau matters dan Indonesia juga menginginkan Asia Tenggara tetap menjadi epicentrum of growth. Ini bukan tugas yang mudah, tantangan dunia masih akan sangat besar di tahun 2023. Selain itu, ASEAN juga hadapi tantangan internal, yaitu situasi di Myanmar,” jelas Presiden.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam kunjungan ini adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Protokol Negara Andi Rachmianto, Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan, Komandan Paspampres Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. (BPMI Setpres/Setkab.go.id/Sander)