JAKARTA, Koranmadura.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf meninjau langsung proses penyaluran sejumlah bantuan sosial (Bansos) di antaranya Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM bersubsidi tahap II, PKH, Sembako, dan ATENSI di Dapil Jawa Tengah 1 yang meliputi Kota/Kab. Semarang, Kab. Kendal, dan Kota Salatiga, Minggu 27 November 2022.
Pengawasan langsung oleh Komisi VIII DPR tersebut dilakukan guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran kepada penerima manfaat.
Penyaluran bansos serentak ini merupakan program aspirasi Bukhori untuk Dapil Jawa Tengah 1 yang berhasil direalisasikan setelah melalui advokasi ke Kementerian Sosial RI.
“Kehadiran kami (Komisi VIII DPR) di tengah masyarakat guna memastikan para penerima manfaat terpenuhi haknya sesuai besaran yang semestinya diterima dan memastikan tidak ada intimidasi dari pihak manapun,” kata Bukhori saat meninjau proses penyaluran BLT di Kantor Pos Semarang Johar, Minggu 27 November 2022 sebagaimana dikutip dari dpr.go.id.
Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah 1 ini menjelaskan, Komisi VIII DPR memperjuangkan agar program PKH dan Sembako tetap berjalan kendati terjadi kenaikan harga BBM.
“Kami sudah membagikan kartu nama kami, silakan jangan ragu untuk melapor. Bisa lampirkan bukti pendukung seperti foto agar bisa kita tindaklanjuti dengan serius,” tegasnya.
Kepada penerima manfaat bansos dia berpesan supaya menggunakan dana/bantuan stimulus tersebut dengan bijaksana, cermat, dan tepat guna. Bukhori menekankan agar dana yang diperoleh dimanfaatkan untuk belanja makanan sehat serta untuk menunjang kepentingan pendidikan.
“Tidak boleh digunakan untuk membeli rokok, membeli data untuk tiktok-an, tetapi kalau untuk memasarkan dagangannya dengan tiktok, nah itu jauh lebih bagus. Ibu juga bebas belanja dimana saja, bisa ke Pasar Johar atau melariskan jualan tetangganya. Jadi tidak ada paksaan harus belanja ke toko tertentu atau ke orang tertentu,” kata Bukhori.
Lebih lanjut, Bukhori menilai agenda penyaluran bantuan terkait BLT BBM Subsidi tahap II dan Progam PKH di dapilnya berjalan lancar tanpa kendala yang signifikan. Walaupun demikian, Bukhori menganggap bantuan tersebut sifatnya jangka pendek, yakni hanya sebagai bantalan recovery masalah ekonomi.
Untuk itu, para penerima manfaat perlu diberikan bekal keterampilan agar bisa bertahan di tengah persaingan hidup yang semakin keras seperti saat ini.
“Kami mengapresiasi PT Pos selaku pihak penyalur bersama teman-teman pendamping yang telah gesit menyalurkannya. Penerima PKH, penerima BLT yang biasanya beririsan antara satu dengan yang lain masih relevan dan harus tetap diperjuangkan untuk mendapatkan haknya dalam rangka memberdayakan mereka,” pungkasnya. (Sander)