JAKARTA, Koranmadura.com – Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menilai, KTT G20 berperan penting dalam mendorong proses pemulihan ekonomi Indonesia.
“Kepemimpinan Indonesia dalam G20 selama setahun ini tentu memberikan banyak manfaat bagi ekonomi kita. Misalnya, kontribusi pada PDB Indonesia diproyeksikan mencapai Rp7,4 triliun,” katanya Rabu 9 November 2022 sebagaimana diwartakan situs resmi DPR, dpr.go.id.
Dia meneruskan, “Konsumsi domestik juga diperkirakan meningkat hingga Rp 1,7 triliun. Dari sisi pariwisata, peningkatan wisatawan luar negeri hingga 3,6 juta orang. Bahkan, membuka 700 ribu lapangan kerja.”
Politisi dari Fraksi Golkar ini juga menjabarkan peran KTT G20 untuk meningkatkan pengaruh Indonesia dalam penentuan arah kebijakan pemulihan ekonomi global.
Menurutnya, melalui presidensi ini, Indonesia akan memimpin diskusi-diskusi tingkat tinggi di dua jalur kebijakan, yaitu Finance Track dan Sherpa Track. Dimana, tidak hanya isu di bidang keuangan dan ekonomi.
“Tetapi juga isu strategis lainnya seperti ekonomi digital, lapangan pekerjaan, lingkungan, pemberdayaan perempuan, hingga kesehatan. Yang hasilnya tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan nasional, tapi juga regional dan internasional,” ujar Puteri.
Lebih jauh, Puteri berharap agar peran Presidensi G20 Indonesia dapat meninggalkan legacy yang baik sekaligus menjadi catatan sejarah bagi Indonesia.
“Indonesia harus mampu membuktikan bahwa negara berkembang pun dapat mempengaruhi kebijakan yang diambil G20. Juga harus mampu menjembatani dan menyeimbangkan kepentingan negara berkembang, tidak hanya negara maju saja. Leader’s Declaration nanti juga saya harap selain bernilai normatif, tapi juga dapat dilaksanakan dan terukur. Agar memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat luas,” jelas Puteri.
Puncak Presidensi G20 Indonesia akan segera dilaksanakan pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 di Bali pada 15-16 November 2022.
Pertemuan tersebut akan dihadiri oleh Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan negara anggota G20 guna merumuskan Leaders’ Declaration sebagai hasil KTT.
Indonesia juga mengundang perwakilan sejumlah negara non-anggota dan organisasi internasional dengan perkiraan total delegasi mencapai 12.750 orang. (Sander)