JAKARTA, Koranmadura.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah untuk terus mencermati dinamika perekonomian global dan mempersiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan fiskal dan stabilitas perekonomian nasional.
Hal ini menyusul terganggunya rantai pasok global sebagai dampak konflik Rusia-Ukraina yang telah menimbulkan guncangan hebat, terutama di sektor pangan dan energi yang pada akhirnya mengakselerasi laju inflasi.
“Di tengah tingginya ketidakpastian dan tekanan ekonomi yang silih berganti, DPR RI mengapresiasi Pemerintah dalam menjaga kinerja perekonomian Indonesia yang cukup baik dan tetap pada trajectory positif,” kata Puan Maharani dalam pidato pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2022–2023 DPR di gedung DPR, Jakarta, Selasa 1 November 2022.
Puan Maharani meneruskan, “Meskipun demikian, pemerintah harus mengantisipasi ketidakpastian dan gejolak ekonomi dunia yang masih akan terus berlanjut hingga tahun depan. Ancaman resesi ekonomi global terhadap Indonesia yang perlu diwaspadai.”
Menurut Puan Maharani, ancaman resesi perlu diwaspadai yang antara lain ditandai oleh menurunnya permintaan ekspor produk jadi Indonesia seperti tekstil dan kerajinan dari Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok.
Selain itu, terjadi kenaikan suku bunga di negara-negara maju yang menyebabkan aliran modal mengalir ke luar negeri.
“Kemudian melambatnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya beban biaya usaha akibat depresiasi rupiah yang dipicu oleh tekanan pada kinerja transaksi finansial,” terang Puan Maharani.
Untuk itu, lanjut cucu proklamator Bung Karno tersebut, DPR meminta pemerintah agar terus mencermati dan menyiapkan langkah antisipasi atas berbagai faktor global dan nasional yang dapat memberikan tekanan kepada kemampuan keuangan negara dalam APBN dan kondisi perekonomian nasional. (Sander)