BANGKALAN, koranmadura.com – Dr. Safi’ terpilih menjadi rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Hal itu, berdasarkan hasil rapat senat tertutup pemilihan rektor (Pilrek) di Gedung Graha Utama Trunojoyo Lt. 10, Selasa, 15 November 2022.
Dari hasil rapat senat tertutup Dr. Safi’ mengungguli dua calon yang lain dengan perolehan 30 suara. Sementara Prof, Muhammad Nizarul Alim mendapat 7 suara dan Prof. Nunuk Nuswardani 10 suara.
Dr. Safi’ menyampaikan banyak terimakasih kepada para senat dan pihak Mendikbudristek yang sudah memberikan kepercayaannya menjabat sebagai rektor UTM untuk membesarkan salah kampus negeri di Madura ini.
“Proses pemilihan berjalan lancar, hasil pemilihan diterima oleh semua calon dan pemilik suara,” kata pria yang juga menjadi dosen Fakultas Hukum.
Amanah yang diemban 4 tahun ke depan tentu tidak lepas dengan program kerja yang tertuang dalam visi misi yang sudah dipaparkan sebelumnya. Dr. Safi’ memiliki keinginan besar UTM masuk World Class University (kampus taraf dunia).
“Untuk menuju kampus masuk World Class University harus melakukan akselerasi semua program yang akan dilakukan ke depan,” ujar dia.
Untuk menuju kampus taraf dunia, kata Safi’, slogan menjadikan UTM yang unggul, tangguh, dan mandiri harus digalakkan secara bersama. Sehingga, kampus UTM ini bukan lagi menjadi menara gading, melainkan menara air.
“Artinya, kampus UTM mengalirkan kemanfaatan kepada masyarakat sekitar. Untuk aliran air ini lebih deras dan jauh butuh akselerasi,” kata dia.

Sementara Rektor UTM yang hampir purna jabatan, Muh. Syarif mengatakan, visi misi rektor terpilih, Dr. Safi’ sesuai dengan program kerja yang sudah dilaksanakan. Ke depan, rektor terpilih memiliki tugas menyempurnakannya.
“Termasuk PTN BLU sama dengan visi misi Pak Safi’, kami berharap SK segera keluar, dan pak Safi’ bisa melanjutkan nanti,” ungkapnya.
Ketua Pelaksana Pilrek UTM, Ris Yuwono Yudo Nugroho menyampaikan bahwa yang memiliki hak suara dalam pemilihan rektor yaitu anggota senat sebanyak 65 persen (32 orang) dan Mendikbudristek sebanyak 35 persen (17 orang).
“Suara menteri bisa dipecah atau dijadikan satu ke salah satu calon. Kami tidak tahu suara menteri dipecah atau tidak,” tuturnya.
Pemilihan rektor saat ini berjalan lancar dan selesai lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Rapat senat tertutup ini hanya satu agenda, yaitu pemilihan rektor. Sedangkan agenda selanjutnya yaitu pelantikan yang diletakkan di Jakarta.
“Sesuai jadwal pelantikan rektor diletakkan tanggal 20 Desember. Kalau gak salah serentak dengan rektor kampus lain,” tutupnya. (ADV/MAHMUD/DIK)