JAKARTA, Koranmadura.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali melaporkan kepada Presiden Jokowi tentang rencana Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam waktu dekat di Istana Merdeka Jakarta, Selasa 2 November 2022 kemarin.
Zainudin Amali memastikan, pemerintah tidak mencampuri dan mengintervensi KLB PSSI ini karena urusan internal organisasi.
“Kita, pemerintah dalam posisi tidak ikut campur, apalagi intervensi dalam pelaksanaan KLB yang sudah diputuskan oleh PSSI karena itu menjadi ranah PSSI. Silakan dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah mereka putuskan,” ucap Zainudin Amali sebagaimana dikutip dari Presidenri.go.id.
Bertepan dengan momen KLB PSSI ini, banyak pihak, termasuk Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan yang juga mantan Ketua Tim Gabung Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD mendesak Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule segera mundur dari jabatannya.
Langkah itu sebagai bentuk pertanggungjawaban moralnya atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 134 orang pada 1 Oktober 2022 silam. Namun Iwan Bule keukeuh ogah mundur dari jabatannya.
Dia beralasan, bila mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI dia justru menjadi pecundang.
Dikutip dari situs resmi PSSI, pssi.org, KLB PSSI dijadwalkan berlangsung 7 Januari 2023. Mereka sudah mengirim surat resmi ke Federasi Sepakbola Internasional atau FIFA untuk mendapat rekomendasi.
Diharapkan rekomendasi FIFA itu didapat sebelum 7 November sehingga PSSI memiliki waktu 60 hari untuk memberi tahu ke anggota asosiasi sebelum kongres digelar pada 7 Januari 2023. (Sander)