SUMENEP, koranmadura.com – Kondisi perekonomian global pada 2023 diprediksi akan lebih gelap dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebagaimana sering diingatkan oleh Presiden Jokowi. Terkait hal itu, Pemkab Sumenep menyiapkan sejumlah langka antisipatif.
Setidaknya ada tiga program yang disiapkan dengan sasaran penguatan ekonomi. Pertama, memaksimalkan potensi pariwisata. “Potensi wisata akan kita dorong semaksimal mungkin sebagai ekonomi altenatif, kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi.
Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini, dengan wisata bergerak maka secara otomatis para pelaku UMKM di kabupaten paling timur Pulau Madura ini juga akan merasakan dampak ekonominya.
Terkait hal tersebut, beberapa waktu lalu Pemkab Sumenep telah merilis kalender wisata 2023. Di dalamnya terdapat puluhan even yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
Selanjutnya, Pemkab Sumenep berencana mengembangkan pertanian berbasis lumbung pangan (food estate). Strategi ini merupakan integrasi dari hulu hingga hilir antara pertanian, perkebunan, bahkan peternakan demi menjaminnya ketahanan pangan.
Menurut Bupati Fauzi, komoditas yang bakal dikembangkan di antaranya bawang merah, cabai, dan pisang di Kecamatan Rubaru, Pasongsongan, dan Guluk-Guluk. “Kalau padi dan jangung, sudah menjadi kebiasaan petani di Sumenep,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Sumenep juga terus mendorong warganya untuk menggunakan kendaraan listrik. Pun demikian di lingkungan pemerintahan sesuai Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 55 Tahun 2019 dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022.
“Kami Pemkab pertama di Indonesia yang menggunakan sepeda motor listrik walaupun secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. (Ini) sebagai contoh kepada masyarakat. Ke depan, lebih efesien pastinya, khususnya penggunaan annggaran karena lebih irit,” tandasnya. FAT