SUMENEP, koranmadura.com – Di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa waktu terakhir hingga sekarang, kapal perintis KM Sabuk Nusantara 91 tetap berlayar dari Pulau Masalembu tujuan pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
KM Sabuk Nusantara 91 berlayar dari Pulau Masalembu pada Rabu, 28 Desember 2022, dan tiba di pelabuhan Kalianget Kamis, 29 Desember 2022, pagi. Kapal tersebut mengangkut 124 penumpang.
Salah seorang penumpang KM Sabuk Nusantara 91 Alfiyan mengaku sudah tujuh hari tertahan di Pulau Masalembu akibat cuaca buruk. “Saya sudah dari hari Jumat (di Masalembu),” katanya.
Mengenai kondisi gelombang di tengah laut, saat dalam perjalanan dari Pulau Masalembu ke Kalianget, dia menuturkan bahwa dirinya merasa seperti dipontang-panting. “Gelombangnya agak besar masih,” ungkapnya.
Kapten KM Sabuk Nusantara 91 Budi Suherman berdalih pihaknya tetap berlayar karena ada sedikit penurunan intensitas cuaca buruk di wilayah perairan Masalembu.
Di samping itu, KM Sabuk Nusantara 91 sudah lima hari tertahan di pulau tersebut sebab kecepatan angin mencapai empat puluh sampai enam puluh knot sehingga tidak aman untuk pelayaran.
“Kemarin (28 Desember 2022), kita lihat cuaca agak mulai membaik. Mulai ada panas. Makanya saya buat pengajuan kepada KUPP (Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan) Masalembu untuk bisa diberangkatkan,” katanya.
Dia menambahkan, jika kapal tidak berlayar pada Rabu, 28 Desember 2022, maka akan semakin lama tertahan di Pulau Masalembu. Sebab sesuai prediksi BMKG, cuaca akan kembali ektrem pada tanggal 31 Desember 2022 ke depan, dengan ketinggian gelombang bisa mencapai antara 4 sampai 5 meter.
“Kapal ini GT-nya di atas 2.000. Jadi kalau keadaan cuaca masih 2 sampai 2,5 meter, insyaAllah masih bisa tembus. Kalau GT di bawah 2.000, rata-rata KUPP tidak akan mengizinkan kapal itu untuk berlayar,” tambahnya. FATHOL ALIF