JAKARTA, Koranmadura.com – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, toleransi akan keberagaman adalah kristalisasi perasaan rakyat yang ditemukan Bung Karno ketika merefleksikan dan menggali nilai-nilai Pancasila.
“Nah salah satu perasaan rakyat itulah hidup toleran di dalam keberagaman dan ini kan menjadi bagian dari National Values kita yang betul-betul menjadi salah satu saripati dari Pancasila yaitu Gotong Royong,” kata Hasto Kristiyanto di Jakarta, Selasa 27 Desember 2022.
Lebih jauh Hasto Kristiyanto menjelaskan, “Dengan adanya kebhinekaan dan kemudian kita mengangkat tema-tema gotong royong maka ketika kita memperingati hari-hari besar agama di situ yang dituntut dan yang dikobarkan oleh PDI Perjuangan adalah justru dengan keberagaman itulah kita bersyukur atas karunia Sang Pencipta.”
“Kemudian, kita bergerak bersama dalam satu rampak barisan dimana perbedaan tidak lagi sebagai sekat tetapi justru sebagai suatu energi tentang indahnya Indonesia, termasuk di dalam spiritualitas keagamaan,” papar politisi asal Yogyakarta itu lebih jauh.
Sikap toleransi itu semakin mendapat makna yang lebih ketika Indonesia masih mengalami berbagai dampak akibat pandemi. Selama pandemi, kata dia, sikap gotong royong rakyat Indonesia betul-betul hidup.
“Ibu Megawati selalu mengingatkan kepada kader-kader PDI perjuangan bahwa gotong royong ini adalah roh yang betul-betul menjadi jalan bagi PDI Perjuangan untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Dia menambahkan, “Karena itulah mengapa kita mampu mengatasi pandemi dengan baik karena budaya gotong royong budaya tolong-menolong dan ini yang kemudian menjadi energi pergerakan bagi PDI Perjuangan.”
Gotong royong ini, kata Hasto Kristiyanto, semakin dibutuhkan selain karena dampak dari pandemi belum usia, tetapi lebih-lebih karena ada ancaman baru yaitu perang Rusia-Ukraina. Perang ini memicu berbagai krisis, termasuk pangan dan energi, yang menghantam dunia. (Sander)