MALANG, Koranmadura.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen akan menyiapkan pendampingan kepada santri yang melakukan ekspor ke berbagai negara di dunia. Kemendag memiliki perwakilan perdagangan di berbagai negara yang siap mendampingi para eksportir.
“Jika ada santri yang berencana melakukan ekspor untuk produknya, Kementerian Perdagangan akan menyediakan pendampingan. Dari promosi melalui Perwakilan Dagang agar produk itu bertemu para pembeli, hingga fasilitasi sertifikasi dan pengemasan,” ungkap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dalam Serasehan Ketahanan Ekonomi Nasional di Pondok Pesantren Rejo Darul Musthofa, Malang, Jawa Timur, Selasa (6/12/2022), seperti dilansir kemendag.go.id.
Perwakilan Dagang melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), menurut Wamendag, adalah ujung tombak keberhasilan ekspor Indonesia. Tugasnya antara lain mengidentifikasi produk unggulan Indonesia agar sesuai permintaan negara tujuan dan membuat pameran untuk promosi.
Wamandag Jerry menerangkan, ekspor Indonesia kini didominasi produk olahan dengan nilai tambah. Hanya sekitar 30% ekspor dalam bentuk bahan baku. Pencapaian tersebut tidak lepas dari peran masyarakat pelaku usaha yang jeli melihat potensi setempat dan mengembangkannya.
“Ini disebut comparative advantage, artinya setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda. Pesantren punya andil untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar, dengan menentukan produk andalan yang perlu ditonjolkan,” jelas Wamendag.

Jerry Sambuaga juga menegaskan bahwa kehadiran Free Trade Agreement (FTA) Center di beberapa kota di Indonesia ditujukan agar pendampingan Kementerian Perdagangan lebih mudah diakses oleh masyarakat di daerah. Menurutnya, kinerja perdagangan di Indonesia yang masih menunjukkan tren positif dan tetap tangguh di tengah ketidakpastian global merupakan peluang besar untuk pemberdayaan ekonomi daerah di berbagai lini. Para santri perlu menggunakan momentum ini untuk mengambil peran pada penguatan ekonomi daerah.
“Kinerja perdagangan Indonesia secara konsisten menunjukkan tren positif. Salah satunya melalui surplus neraca perdagangan. Untuk memanfaatkan hal tersebut, para santri didorong untuk turut berkontribusi pada pengembangan perekonomian daerah setempat. Misalnya, dengan menjadi pelaku ekspor,” jelas Wamendag.
Kemendag terus mengupayakan penciptaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor. Contoh implementasi nyata strategi tersebut adalah program pelatihan gratis bagi UMKM. Fasilitasi diusahakan berangkat dari kebutuhan umum para UMKM, yaitu terbatasnya akses informasi terkait syarat ekspor seperti sertifikasi dan standar kemasan, kurangnya modal, hingga sulitnya menemukan pembeli.
Transformasi Digital
Terkait upaya melakukan transformasi digital di pasar rakyat, Wamendag Jerry mengungkapkan, Kementerian Perdagangan menargetkan 1.000 pasar rakyat dan 1 juta UMKM dapat terdigitalisasi. Transformasi tersebut merujuk pada digitalisasi proses bisnis dari luring (tunai dan manual) ke daring (nontunai dan berbasis aplikasi).
“Tujuannya bukan semata membuat transaksi menjadi lebih praktis, tetapi juga agar ada keteraturan di lembaga keuangan. Jadi bisa mempermudah saat mengajukan pinjaman,” pungkas Wamendag. (Kunjana)