SAMPANG, koranmadura.com – Diduga terpeleset saat mandi, seorang bocah berusia belasan tahun ditemukan tewas tenggelam di Bendungan Por-sompor, Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Asroni melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Moh. Imam menyampaikan peristiwa bocah tenggelam tersebut menimpa korban perempuan bernama Nabila (12), anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Etik Arwani dan Musarrofah, asal warga setempat.
Peristiwa bocah tenggelam tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 wib siang. Kala itu, korban sedang mandi di pinggir Bendungan Por-sompor yang kedalaman airnya diperkirakan hingga 25 meter.
“Peristiwa bocah tenggelam dan korban ditemukan meninggal dunia itu, terjadi di Bendungan Por-sompor, yang kedalamannya kata warga setempat diperkirakan mencapai 25 meter,” katanya, Selasa, 6 Desember 2022.
Lanjut Moh. Imam menceritakan, berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, sekitar pukul 11.00 wib, korban pergi menuju bendungan untuk mandi di bendungan tersebut. Saat itu pula, terdapat dua orang bocah asal warga sekitar sedang berada yang tidak jauh di lokasi bendungan. Dua bocah itu kemudian secara tidak sengaja melihat korban ketika sedang terpeleset hingga terjatuh ke dalam bendungan. Melihat kondisi itu, dua bocah itu mencoba menyelamatkan korban, namun tidak berhasil.
“Usai pulang sekolah, kata warga sekitar bocah itu memang mau mandi di bendungan itu. Korban terpeleset dan terjatuh ke dalam bendungan. Ada dua bocah yang melihatnya dan sempat untuk mencoba menolong korban, namun tidak berhasil karena tubuh korban terus tenggelam. Korban diketahui menderita penyakit epilepsi,” ceritanya.
Pihaknya kemudian menerjunkan Tim Sar BPBD Sampang bersama warga, perangkat desa setempat, pihak Forpimcam, serta PMI Ketapang melakukan pencarian jasad korban. Jasad korban baru ditemukan sekitar pukul 13.30 wib dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Setelah tim Sar kami melakukan pencarian hingga beberapa jam, akhir jasad korban ditemukan. Namun sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Jasad korban itu kemudian dievakuasi dan diantarkan ke rumah duka,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)