BANGKALAN, koranmadura.com – Penyakit kulit Lumpy Skin Diseases (LSD) pada hewan ternak sapi dan kerbau mulai menyerang wilayah Jawa Timur. Diketahui, dua kabupaten sudah mulai terpapar, yakni Kabupaten Blitar dan Sidoarjo.
Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit kulit yang disebabkan oleh virus pox itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, drh. Ali Makki mengimbau kepada peternak sapi agar selalu lebih waspada.
“Peternak lebih waspada, agar penyakit LSD tidak masuk ke Bangkalan,” kata dia, pada Selasa, 27 Desember 2022.
Penyakit LSD ditemukan di Riau. Lalu menyebar ke Jawa Timur yang diketahui dua kabupaten terpapar penyakit kulit LSD. Di Blitar ada 1 sapi yang dilakukan pemotongan, dan Sidoarjo 16 sapi yang saat ini dilakukan karantina.
Sejauh ini, kata dia, vaksin untuk penyakit kulit LSD ini masih belum tersedia. Sehingga kesadaran para peternak dan sistem keluar masuk sapi jadi pencegahan dini untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit LSD.
“Kami sudah mengajukan vaksin LSD, tapi masih belum tersedia. Sementara ini kita lakukan pencegahan dini dulu,” katanya.
Ali, sapaan akrab Ali Makki mengatakan karantina jalur keluar masuk sapi di Bangkalan, mulai darat dan laut dilakukan penjagaan secara ketat. Kata dia, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) jadi salah satu syarat lalu lintas sapi.
“Pengetatan lalu lintas sapi antar kota kita jaga ketat, jangan sampai kita menerima sapi terpapar penyakit,” ujarnya. (MAHMUD/DIK)