SAMPANG, koranmadura.com – Persatuan Waria Kota Surabaya (Perwakos) mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang untuk proaktif mengajak kaum transgender di wilayahnya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, terlebih menanggulangi penyakit human immunodeficiency virus (HIV).
Menanggapi hal tersebut, Penanggung Jawab Program HIV Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Abdul Cholik mengaku sangat berterima kasih kepada Perwakos Surabaya karena terfasilitasi untuk ikut berperan dan didorong melakukan pengecekan kesehatan terhadap komunitas transgender.
Menurutnya, dari diskusi yang dikemas dalam dialog berupa advokasi dan berjejaring yang digelarnya, cukup menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinas Kesehatan Sampang untuk melakukan pemetaan atau inventarisasi data kaum transgender di wilayahnya.
“Memang soal data itu yang menjadi kesulitan kami selama ini. Karena untuk masuk ke populasi kunci yang menjadi prioritas kami untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih untuk HIV masih kesilutan. Sebab, selama ini kami masih konsentrasi pada pemeriksaan HIV terhadap Ibu hamil dan pasien TBC yang sudah diobati. Nah, dengan diskusi ini, merupakan langkah awal dan menjadi pintu masuk kami untuk memperoleh data jumlah transgender di Sampang,” katanya, Rabu, 25 Januari 2023.
Menurutnya, dengan adanya data tersebut pihaknya meyakini akan lebih mudah melakukan pemeriksaan kesehatan kaitannya penyakit HIV kepada kaum transgender di wilayahnya.
“Kalau dari capaian program hampir 90 persen atau 14 ribu sudah melakukan pemeriksaan atau tes HIV untuk umum,” klaimnya.
Sedangkan untuk Sumber Daya Manusia dan sarana prasaranan, pihaknya mengaku dari sebanyak 22 Puskesmas yang ada di seluruh Kabupaten Sampang serta Rumah Sakit yang dimilikinya saat ini dikatakan sudah mampu melayani perawatan dan pengobatan (PDP) pasien HIV positif.
“Kalau sasaran ke kaula muda dan transgender memang masih belum, tapi kami tetap melayan bagi siapa saja yang mempunyai kesadaran untuk melakukan tes HIV,” ungkapnya.
Menurutnya, pada 2022 lalu, ada sebanyak 49 pasien HIV dan yang sudah mendapat pengobatan yaitu sebanyak 41 pasien. “Bagaimapun caranya, kami tetap akan bekerja sama dengan lintas program agar dari populasi kunci untuk memfasilitasi semaksimal mungkin. Karena bagaimanapun mereka adalah saudara kita,” ungkapnya. (MUHLIS/DIK)