JAKARTA, Koranmadura.com – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan mengecam keras serentetan peristiwa yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI), Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Menyusul peristiwa kerusuhan yang menewaskan dua orang karyawan di perusahaan tersebut, Komisi III DPR RI akan melakukan kunjungan lokasi PT GNI pada Kamis 19 Januari 2023 untuk memperoleh informasi komprehensif dari berbagai pihak.
“Kita mengutuk keras aksi kekerasan dengan mengatasnamakan kepentingan apa pun dengan alasan apa pun. Kita menaruh perhatian yang serius. Kita akan datang ke PT GNI,” katanya sebagaimana dilansir dpr.go.id.
Dia meneruskan, “Nanti, Komisi III akan berkumpul di Polda untuk memastikan ada apa di sana (PT GNI).”
Lebih jauh Arteria Dahlan menegaskan, Indonesia adalah negara yang memiliki banyak potensi. Wajar jika berbagai negara tertarik untuk melakukan investasi.
Dengan peristiwa yang terjadi di PT GNI, pemerintah Indonesia harus menindak tegas agar kejadian-kejadian miris tersebut tidak terulang pada masa mendatang.
“Kita ramah untuk investasi. Tetapi kita orang Indonesia yang juga tidak dengan mudah untuk diinjak-injak. Nah, kita juga akan mencari solusinya. Mudah-mudahan akan mendapat formula yang tepat,” tandas politisi partai banteng moncong putih tersebut.
Seperti ramai diberitakan, pada Kamis 22 Desember 2022 lalu, PT GNI Morowali Utara dikabarkan terbakar yang mengakibatkan dua orang karyawan meninggal setelah terjebak di pabrik smelter 2 PT GNI.
Belum genap sebulan pascainsiden tersebut, pada Sabtu 14 Januari 2023, terjadi bentrok antar pekerja yang mengakibatkan dua tenaga kerja tewas. Satu di antaranya adalah tenaga kerja asing, yang lainnya adalah tenaga kerja asal Pare-Pare.
Padahal, PT GNI masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang hilirisasi mineral dan batu bara (minerba). Di mana, pabrik smelter PT GNI dibuka dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Desember 2021 lalu. (Sander)